Lebak, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memperkuat sektor pertanian dengan membangun delapan unit daerah irigasi pada 2026. Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, terutama saat musim kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, mengatakan pembangunan jaringan irigasi dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasokan air bagi areal persawahan sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan meski curah hujan menurun.
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Lebak yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Banten.
“Pembangunan delapan daerah irigasi ini bertujuan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian sehingga saat musim kemarau petani tetap dapat bercocok tanam dan menghasilkan produksi pangan secara optimal,” kata Dade, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan jaringan irigasi tersebar di sejumlah kecamatan dengan cakupan layanan yang cukup luas. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Cijaku seluas 80 hektare, Cibeber 100 hektare, Cikulur 130 hektare, Bayah 120 hektare, Bojongmanik 127 hektare, Lebak Gedong 200 hektare, dan Malingping 88 hektare.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi bagi lahan persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga sepanjang tahun.
“Kami berharap pembangunan daerah irigasi ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pangan, khususnya saat musim kemarau ketika kebutuhan air untuk pertanian sangat tinggi,” ujarnya.
Dade menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak memiliki komitmen untuk terus mendukung program ketahanan dan swasembada pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan hasil pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Ia mengatakan, irigasi merupakan infrastruktur vital bagi sektor pertanian karena berfungsi menjaga ketersediaan air pada lahan sawah, terutama ketika musim kemarau yang berpotensi mengurangi produktivitas tanaman.
Dengan sistem irigasi yang memadai, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan sehingga pola tanam dapat berlangsung lebih optimal.
Data DPUPR Kabupaten Lebak mencatat, hingga saat ini terdapat 474 jaringan daerah irigasi yang tersebar di berbagai wilayah. Jumlah tersebut terdiri atas 463 jaringan irigasi permukaan dan 11 jaringan irigasi pompa.
Keberadaan jaringan irigasi tersebut selama ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Lebak.
Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir Kabupaten Lebak terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil pangan utama di Provinsi Banten yang berperan mendukung kebutuhan pangan regional maupun nasional.
Melalui pembangunan delapan daerah irigasi baru pada tahun ini, pemerintah berharap cakupan layanan irigasi semakin luas sehingga lebih banyak lahan pertanian yang memperoleh pasokan air secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan produktivitas, pembangunan infrastruktur irigasi juga diharapkan mampu menekan risiko gagal panen akibat kekeringan yang kerap terjadi pada musim kemarau.
Dade menambahkan, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan irigasi tersebut mampu meningkatkan intensitas tanam petani menjadi tiga kali dalam satu tahun.
“Kami menargetkan dengan adanya jaringan irigasi yang dibangun ini, petani dapat melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun sehingga produksi pangan meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis pembangunan infrastruktur irigasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat sehingga mampu memperkuat posisi Kabupaten Lebak sebagai salah satu sentra produksi pangan di Provinsi Banten sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.
Penulis: Noma
Editor: Antoni














