Malang, Jurnalkota.co.id
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Jawa Timur periode 2026–2031 resmi dilantik di Hotel Aria Jagayana, Jalan Kawi, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (25/4/2026).
Pelantikan berlangsung khidmat dan mengusung tema “Bersatu Bela Negara, Bersama Membangun Bangsa”, sebagai wujud komitmen memperkuat nilai-nilai nasionalisme di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan dukungan luas terhadap peran Forum Bela Negara dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat FBN tentang pengangkatan pengurus DPW Jawa Timur periode 2026–2031, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan.
Dalam sumpahnya, para pengurus berkomitmen menjalankan tugas organisasi secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketua DPW FBN Jawa Timur yang baru dilantik, HM Gatot Koco, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan, kepengurusan baru akan berupaya menghadirkan organisasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan penuh dedikasi. Forum Bela Negara harus menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai cinta tanah air dan memperkuat persatuan,” ujar Gatot.
Ia menambahkan, pada periode 2026–2031, pihaknya akan memprioritaskan sejumlah program strategis, antara lain sosialisasi wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan, pelatihan kepemudaan berbasis bela negara, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta penguatan ketahanan budaya lokal.
Sementara itu, perwakilan Pimpinan Pusat FBN, Ahmad Taufiq Qumay, menekankan pentingnya peran organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurut dia, ancaman terhadap bangsa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup aspek ideologi, sosial, dan budaya.
“Forum Bela Negara harus hadir sebagai benteng moral dan ideologi bangsa. Kita harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI,” kata dia.
Ia juga menegaskan bahwa tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk bergerak secara kolektif melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa.
Pelantikan turut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pengurus DPW FBN Jawa Timur sebagai bentuk kesiapan menjalankan organisasi secara profesional dan berintegritas.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah guna mempererat silaturahmi antar peserta.
Sejumlah pihak yang hadir berharap Forum Bela Negara di Jawa Timur dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya bela negara.
Dengan pelantikan ini, DPW FBN Jawa Timur diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai agen perubahan dalam memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Penulis: Awal
Editor: Antoni














