Riau, Jurnalkota.co.id
Forum Bela Negara RI mendatangi lokasi tempat terjadinya tragedi Kasus Tambusai berdarah, yang terjadi pada bulan Maret dan November tahun 2004 silam.
Dalam hal ini Sekjen Forum Bela Negara RI, Ahmad Taufik Gumay saat dihubungi JurnalKota mengatakan, Peristiwa Tambusai berdarah yang terjadi karena bentrokan antara warga setempat dengan Pamswakarsa PT Panca Surya Agrindo (PSA), anak perusahaan PT. Surya Dumai yang terjadi bulan Maret dan November tahun 2024 sampai saat ini belum memenuhi rasa keadilan rakyat.
A Taufik Gumay menambahkan, Kasus yang menelan banyak korban ini menjadi perhatian serius dari Forum Bela Negara RI terkait belum tuntasnya pengungkapan para pelaku-pelaku pembunuhan warga sekitar tersebut, sampai saat ini.
“Kita (FBN RI) akan memperjuangkan hak-hak yang sepantasnya diterima oleh para ahli waris korban,” jelas Taufik, Selasa (6/5/2025)
“Keseriusan Forum Bela Negara RI dalam memperjuangkan hak – hak masyarakat yang tertindas oleh para mafia perkebunan sawit ini, dibuktikan dengan mendatangi tempat kejadian dan mengunjungi para keluarga dan ahli waris korban serta berziarah ke Makam korban dan menelusuri asal muasal terjadinya bentrokan tersebut,” ujarnya lebih lanjut
Menurut data yang dimiliki oleh Forum Bela Negara RI jumlah korban tewas pasca bentrok tersebut berjumlah 7 orang. Korban yang meninggal ditempat terjadinya bentrokan berjumlah 2 orang, selebihnya korban meninggal dunia saat dalam perawatan di Rumah Sakit, dan puluhan warga luka-luka. Pungkas Sekjend DPP FBN RI Ahmad Taufik Gumay. (Red)








