Jakarta, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Jakarta Barat (Jakbar), Iin Mutmainnah, menghadiri perayaan Lebaran Betawi 2026 yang berlangsung meriah di Kampung Pinggir Rawa, Jalan 20 Desember, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Minggu (19/4/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Jakarta Barat itu menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Betawi yang menjadi identitas asli masyarakat Jakarta.
Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas lokal tersebut tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarwarga di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang semakin kompleks. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan budaya yang disuguhkan.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Betawi, di antaranya perwakilan keluarga besar Peci Marun selaku penggagas kegiatan, Ketua MUI Jakarta Barat KH Abdurrahman Shoheh, serta tokoh Betawi H Mudjamil Saleh atau yang akrab disapa Bang Djamil.
Dalam sambutannya, Iin Mutmainnah mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang tetap hadir meski cuaca terik menyelimuti kawasan tersebut.
“Walaupun panas dan matahari sedang tepat di atas kepala, Alhamdulillah masyarakat tetap hadir dengan penuh semangat. Ini menunjukkan kekuatan kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Betawi,” ujar Iin.
Menurut dia, semangat warga yang hadir menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat, meskipun dihadapkan pada arus modernisasi yang terus berkembang.
Iin juga mengajak masyarakat, khususnya warga Pegadungan dan Kalideres, untuk terus menjaga kekompakan serta memperkuat nilai-nilai keguyuban yang menjadi ciri khas masyarakat Betawi.
“Masyarakat Betawi dikenal sangat menjunjung tinggi kebersamaan, gotong royong, dan toleransi. Nilai-nilai ini yang harus terus kita jaga agar kehidupan di Jakarta tetap rukun dan harmonis,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya Betawi. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh generasi tua, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama lintas generasi.
“Kita boleh maju dan modern, tapi jangan pernah meninggalkan kearifan lokal. Budaya adalah jati diri bangsa yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” tambahnya.
Ia menilai, kegiatan seperti Lebaran Betawi menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada anak muda, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Selain itu, perayaan ini juga diharapkan mampu menjadi ruang interaksi sosial yang positif, di mana masyarakat dapat saling berbaur tanpa memandang latar belakang, sekaligus memperkuat rasa persatuan.
Menutup pernyataannya, Iin berharap kegiatan Lebaran Betawi dapat terus digelar secara rutin setiap tahun dan menjadi agenda budaya yang berkelanjutan di Jakarta Barat.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua. Terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini,” pungkasnya.
Penulis: Awal
Editor: Antoni














