Batam, Jurnalkota.co.id
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Kepri dan Pengurus INTI Cabang Kota Batam. Pelantikan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Pacific Place, Kota Batam, pada Ahad (14/7/2024).
Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris INTI Kepri Nurhayati, diikuti oleh pembacaan ikrar oleh Ketua INTI Kepri yang baru, Piter Tanjaya.
Setelah itu, bendera pataka diserahkan dari Ketua INTI Kepri kepada Ketua INTI Kota Batam yang baru, Wong Bun Hock.
Piter Tanjaya dilantik sebagai Ketua Perhimpunan INTI Provinsi Kepri dan Wong Bun Hock sebagai Ketua Perhimpunan INTI Kota Batam, dengan masa bakti dari tahun 2024 hingga 2026.
Dalam arahannya, Ansar Ahmad menyoroti peran penting etnis Tionghoa dalam pembangunan Provinsi Kepri.
Ansar Ahmad memaparkan berbagai program strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Salah satunya adalah program penyediaan Rumah Singgah di Jakarta dan Batam.
Program itu memberikan layanan pengobatan bagi masyarakat yang sedang berobat. Pada tanggal 19 April 2024, 90 pasien dan 89 pendamping telah menggunakan layanan ini.
Selain itu, terdapat program BPJS Ketenagakerjaan dan program subsidi bunga 0% melalui Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Kedua program tersebut mencakup 31.896 nelayan dengan anggaran Rp6,4 miliar.
Program subsidi bunga 0% melalui BRK Syariah telah memberikan dukungan modal kepada 1.133 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sejak November 2021 hingga Februari 2024, dengan total penyaluran Rp21,78 miliar. Pada tahun ini, program tersebut menargetkan 2.000 UMKM dengan total penyaluran sekitar Rp60 miliar.
Program lain termasuk bantuan hibah bagi 940 rumah ibadah dengan anggaran Rp112,5 miliar, serta pembangunan 77 Base Transceiver Station (BTS) untuk memperkuat wilayah perbatasan dan mempercepat transformasi digital.
Program Kepri Terang melalui bantuan pemasangan baru listrik, genset, dan Solar Home System (SHS) juga telah meningkatkan rasio elektrifikasi dari 96,32 persen pada tahun 2023 menjadi 97,99 persen.
“Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada capaian makro ekonomi Provinsi Kepri,” tegas Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri pada tahun 2023 mencapai 5,20 persen, meningkat 0,11 persen dari tahun 2022, dan menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera, di atas rata-rata nasional sebesar 5,05 persen.
Hadir dalam acara tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Kajati Kepri Teguh Subroto, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Watuseke, Danlantamal IV Batam Laksma TNI Tjatur Soniarto, Asop Laksma TNI Bambang Darmawan, Danlanud RHF Tanjungpinang Kol Pnb Andi Nur Abadi, Ketua Umum Inti Pusat Teddy Sugianto beserta jajaran pengurus, Gubernur Kepri 2016-2019 Nurdin Basirun, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, dan tamu undangan lainnya. (Antoni)
Sumber: Diskominfo Kepri














