Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Di tengah tuntutan tugas dan tanggung jawab yang semakin besar setelah menyandang pangkat Perwira Polisi, IPDA Zulhamsyah Putra, memilih tetap berada di tengah masyarakat. Baginya, pangkat dan jabatan bukanlah alasan untuk menciptakan jarak dengan warga, melainkan amanah yang harus digunakan untuk memberi manfaat yang lebih luas kepada sesama.
Komitmen itu diwujudkannya melalui berbagai kegiatan sosial yang selama ini dikenal masyarakat dengan nama “Razia Perut Lapar” (RPL). Program kemanusiaan tersebut telah menjadi bagian dari keseharian IPDA Zulhamsyah Putra dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Berbeda dengan razia pada umumnya, Razia Perut Lapar tidak bertujuan mencari pelanggaran atau kesalahan. Sebaliknya, kegiatan ini dilakukan untuk menemukan masyarakat yang membutuhkan perhatian, bantuan, dan kepedulian.
Dari kampung ke kampung, dari rumah sederhana hingga kawasan pemukiman yang jarang tersentuh bantuan, IPDA Zulhamsyah Putra bersama sejumlah relawan dan keluarganya hadir membawa makanan siap santap, paket sembako, serta dukungan moral bagi warga yang membutuhkan.
Baginya, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum dan menjaga keamanan. Pengabdian juga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang mampu meringankan beban hidup masyarakat.
“Menyandang pangkat Perwira bukan berarti harus menjaga jarak dengan masyarakat. Justru amanah itu harus menjadi jalan untuk semakin banyak membantu dan hadir bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Zulhamsyah.
Di berbagai kesempatan, ia kerap menemukan kisah-kisah yang menyentuh hati. Mulai dari seorang ibu yang rela menahan lapar demi anak-anaknya, kakek yang hidup seorang diri dengan persediaan beras yang terbatas, hingga anak-anak yatim yang hidup dalam kesederhanaan.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus menjalankan kegiatan sosial yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.
Langkah yang dilakukan IPDA Zulhamsyah Putra terbilang sederhana. Ia datang langsung ke masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, kemudian memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia. Tidak ada acara seremonial yang berlebihan, tidak ada pencitraan, hanya kepedulian yang diwujudkan melalui aksi nyata.
Menurutnya, kebahagiaan sejati bukanlah ketika seseorang hidup berkecukupan seorang diri, melainkan ketika mampu melihat orang lain tersenyum karena bantuan yang diberikan.
“Kenyang adalah nikmat. Namun melihat orang lain kenyang karena uluran tangan kita adalah nikmat yang berlipat ganda. Mari terus berbagi, karena setiap kebaikan yang diberikan tidak hanya membawa kebahagiaan bagi mereka yang menerima, tetapi juga menjadi keberkahan bagi kita yang memberi,” katanya.
Pesan tersebut bukan sekadar ungkapan motivasi. Bagi Zulhamsyah, kalimat itu merupakan prinsip hidup yang terus ia pegang dalam menjalani tugas dan kehidupan sehari-hari.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualistis, ia mengajak semua pihak untuk kembali menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama. Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berbuat baik, tanpa harus menunggu memiliki kelebihan harta atau jabatan.
“Tidak ada kebaikan yang terlalu kecil untuk dilakukan. Senyuman, perhatian, bantuan, dan kepedulian kepada orang lain bisa menjadi amal yang sangat besar nilainya di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa membantu dan memudahkan urusan orang lain merupakan salah satu jalan untuk mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
“Mudahkan urusan orang lain, mudahkan rezeki orang lain, dan mudahkan hidup orang lain. Insya Allah, Allah SWT akan memudahkan urusan kita di dunia maupun di akhirat,” tuturnya.
Meski saat ini bertugas di Batam dan menjalani penugasan di lingkungan Polda Kepulauan Riau, semangatnya untuk terus menjalankan Razia Perut Lapar tidak pernah surut.
Saat dihubungi awak media, IPDA Zulhamsyah Putra mengaku masih aktif menjalankan kegiatan sosial tersebut di sela-sela kesibukan dinasnya.
“Alhamdulillah baik, Bang. Saat ini saya berada di Batam dan sementara bertugas di Polda. Beberapa minggu lalu ketika berada di Tanjungpinang, saya bersama istri tetap melaksanakan kegiatan RPL dengan memasak dan membagikan makanan serta sembako kepada masyarakat di Kampung Bakau Seijang, Kampung Pemulung, dan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet, Kota Tanjungpinang,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).
Ia memastikan program tersebut akan terus berjalan selama masih ada kesempatan dan tidak mengganggu tugas kedinasan yang menjadi tanggung jawab utamanya.
“Insya Allah kegiatan RPL tetap berjalan. Jika ada waktu luang dan tidak mengganggu kedinasan saya di Batam, saya akan sempatkan kembali ke Tanjungpinang untuk melaksanakan kegiatan RPL,” katanya.
Kehadiran IPDA Zulhamsyah Putra melalui berbagai aksi sosial selama ini meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Tidak sedikit warga yang berharap dirinya dapat kembali bertugas di Polresta Tanjungpinang agar lebih dekat dengan masyarakat yang selama ini merasakan manfaat dari kegiatan Razia Perut Lapar.
Bagi masyarakat, sosok Zulhamsyah bukan hanya seorang anggota Polri, tetapi juga sahabat yang hadir saat mereka membutuhkan bantuan dan perhatian.
Kisah inspiratif yang ditunjukkan IPDA Zulhamsyah Putra menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak selalu diukur dari pangkat, jabatan, maupun penghargaan yang diterima. Pengabdian sejati justru tercermin dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Di akhir wawancara, ia kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung kegiatan Razia Perut Lapar, mulai dari pimpinan, para dermawan, hingga rekan-rekan media.
“Saya hanya perantara dari orang-orang baik. Tanpa dukungan pimpinan, para dermawan, dan teman-teman media, RPL tidak akan bisa membantu mengisi perut-perut yang lapar. Terima kasih untuk semua kebaikan yang telah diberikan,” tutup IPDA Zulhamsyah Putra.











