Tangerang Selatan, Jurnalkota.co.id
Isu dugaan pelecehan terhadap seorang korban penyalahgunaan narkoba berinisial Amoy yang disebut-sebut melibatkan Ketua Yayasan Galigo Institute dipastikan tidak benar.
Ketua Yayasan Galigo Institute secara tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah terjadi tindakan pelecehan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di ruang publik.
“Kami menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak pernah terjadi. Galigo Institute selalu menjalankan pendampingan terhadap korban penyalahgunaan narkoba dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta perlindungan hak asasi manusia,” ujar Ketua Yayasan Galigo Institute dalam keterangan resmi kepada awak media di kantornya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menyayangkan adanya penyebaran informasi yang tidak melalui proses verifikasi yang memadai. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya berpotensi mencemarkan nama baik individu maupun lembaga, tetapi juga dapat mengganggu proses pemulihan para korban yang tengah menjalani pendampingan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” kata dia.
Lebih lanjut, pihak yayasan menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan program rehabilitasi dan pendampingan sosial secara transparan serta bertanggung jawab.
“Galigo Institute tetap berkomitmen melanjutkan seluruh program rehabilitasi dan pendampingan sosial sesuai dengan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas,” ujarnya.
Penulis: Dede
Editor: Antoni














