Jalan Nyaris Putus akibat Longsor, PUPR Lebak Bangun Box Culvert di Ruas Sebagi–Muncang

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Akses jalan yang sempat terancam putus akibat bencana longsor di awal 2026 kini mulai kembali pulih. Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun box culvert di ruas jalan Sebagi–Muncang, tepatnya di Kampung Lebuh, Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga.

Pembangunan gorong-gorong berbentuk box culvert tersebut dilakukan sebagai langkah darurat untuk memulihkan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terganggu akibat bencana alam pada Januari 2026 lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Lebak, Dade Yan Apriyandi, mengatakan pembangunan infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus pemerataan pembangunan.

“Di bawah kepemimpinan Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki dan Wakil Bupati Amir Hamzah, kami terus mendorong percepatan pembenahan infrastruktur, termasuk jalan dan gorong-gorong yang menghubungkan antar desa dan kecamatan,” ujar Dade, Senin (20/4/2026).

Menurut dia, keberadaan infrastruktur jalan yang memadai sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Lebak yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Ia menjelaskan, pembangunan box culvert sepanjang 10 meter dengan dimensi lebar 1,5 meter tersebut telah rampung dikerjakan secara swakelola. Proyek ini diprioritaskan untuk memastikan jalur transportasi kembali dapat dilalui kendaraan, khususnya setelah kondisi jalan sempat tergerus longsor.

“Pembangunan ini bersifat darurat agar akses kendaraan bisa kembali normal. Dengan begitu, mobilitas masyarakat dan distribusi hasil bumi tidak lagi terhambat,” katanya.

Dade menambahkan, setelah pembangunan box culvert rampung, pihaknya akan melanjutkan dengan tahap rehabilitasi jalan secara menyeluruh guna meningkatkan kualitas dan ketahanan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Ke depan, kami harapkan ada penanganan lanjutan berupa perbaikan badan jalan agar akses ini benar-benar optimal dan aman dalam jangka panjang,” ujarnya.

Akses Ekonomi Warga Kembali Lancar

Pembangunan box culvert ini disambut positif oleh masyarakat setempat. Salah satu tokoh masyarakat, Abe, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelumnya sangat mengkhawatirkan karena hampir terputus akibat longsor.

“Dulu kondisi jalan nyaris tidak bisa dilalui. Kalau hujan, warga khawatir karena rawan longsor susulan,” kata Abe.

Kini, setelah pembangunan gorong-gorong selesai, kendaraan roda empat sudah dapat melintas selama 24 jam. Hal ini dinilai sangat membantu aktivitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian ke pasar.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilalui mobil. Ini sangat membantu kami, terutama petani yang harus membawa hasil panen ke luar daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa akses menuju Rangkasbitung sebagai ibu kota Kabupaten Lebak menjadi lebih mudah dan efisien. Dampaknya, biaya transportasi dapat ditekan dan distribusi hasil bumi menjadi lebih cepat.

“Dengan akses yang lebih baik, tentu ekonomi masyarakat bisa ikut meningkat. Kami berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut,” kata Abe, yang juga merupakan politisi PSI.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wilayah

Pemerintah Kabupaten Lebak menilai pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan gorong-gorong menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah pedesaan.

Dengan terbukanya akses transportasi yang lebih baik, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin kuat, distribusi barang dan jasa lebih lancar, serta kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara bertahap.

Selain itu, pembangunan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana alam di masa mendatang.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *