Aceh Tenggara, jurnalkota.online
Jembatan di Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara, putus total akibat banjir tahun 2022 lalu. Hingga awal tahun 2024, jembatan yang menjadi penghubung enam desa tersebut belum juga diperbaiki.
“Para petani kesulitan mengangkut karet hasil bumi dan gabah, bahkan dengan putusnya jembatan ini dapat memakan waktu yang cukup lama. Kami merasa di desa pelosok ini sangat diabaikan oleh pemerintah daerah,” kata Rasid Rido, warga Lawe Pinis, Jurnalkota online. Jumat, (12/01/2024).
Dia mengatakan jembatan tersebut selama ini menjadi penghubung enam desa yang ada di Kecamatan Darul Hasanah. Desa yang dimaksud adalah Lawe Pinis, Sri Muda, Makmur Jaya, Desa Kuning Abadi, Desa Darul Makmur, dan Desa Buntul Kendawi.
Rasid berharap di tahun 2024, pemerintah lebih peduli dan tanggap dengan jalan serta jembatan yang rusak di wilayah mereka, “Kami minta Pj Bupati Aceh Tenggara, Syakir, untuk lebih tanggap atas keluhan masyarakat,” ujar Rasid.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Aceh Tenggara pada tahun 2022 mengaku tengah berupaya untuk memperbaiki jembatan penghubung enam desa di Kecamatan Darul Hasanah. Perbaikan tersebut bahkan sudah diusulkan ke instansi terkait yang ada di Banda Aceh. (Yuda)














