Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang membagikan 500 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan menyusul kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Pembagian masker dilaksanakan di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Selasa (15/9/2026), mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut sekaligus disertai penyampaian imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Kegiatan dilaksanakan oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Tanjungpinang. Sejumlah personel turun langsung menyapa para pengendara dan menyerahkan masker kepada masyarakat yang melintasi ruas jalan tersebut.
Personel yang terlibat terdiri dari Kasubnit 1 Kamsel Satlantas Polresta Tanjungpinang Aiptu Zulkifli Zainal, Banit Kamsel Aipda Yuli Rafita, Brigpol Noza Atmaja, dan Brigpol Eka Suci Amelia.
Mereka membagikan masker kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, penumpang kendaraan, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jalan Basuki Rahmat.
Pembagian masker dilakukan sebagai respons terhadap kondisi udara di Tanjungpinang yang terdampak kabut asap. Masyarakat, terutama yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan, diingatkan untuk mengurangi paparan asap dengan mengenakan masker.
Kasat Lantas Polresta Tanjungpinang AKP Dhia Cynthia Siregar mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kabut asap menyelimuti wilayah Tanjungpinang.
Menurut Dhia, penggunaan masker penting sebagai salah satu langkah perlindungan diri, terutama bagi warga yang masih harus bekerja, berkendara, atau menjalankan keperluan lain di luar rumah.
Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi udara yang kurang sehat akibat paparan asap. Kesadaran untuk menggunakan masker perlu dimulai dari diri sendiri dan diterapkan secara konsisten selama kondisi udara belum kembali normal.
Selain menyerahkan masker, personel Satlantas juga memberikan edukasi secara langsung kepada pengguna jalan. Pengendara diminta menggunakan masker dengan benar agar perlindungan yang diperoleh lebih optimal.
Kegiatan itu tidak hanya berorientasi pada pembagian bantuan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi kesehatan di tengah perubahan kualitas udara.
Kabut asap juga dapat memengaruhi aktivitas berlalu lintas, terutama apabila kondisinya semakin tebal dan mengurangi jarak pandang. Karena itu, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi selama berada di jalan raya.
Pengguna jalan diimbau mengendalikan kecepatan kendaraan, menjaga jarak aman, dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Pengendara juga perlu memastikan kendaraan dalam kondisi layak digunakan sebelum memulai perjalanan.
Kehati-hatian menjadi penting karena jarak pandang yang berkurang dapat membuat pengendara terlambat melihat kendaraan lain, pejalan kaki, persimpangan, ataupun hambatan di jalan.
Pengendara sepeda motor juga diingatkan tetap menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk helm berstandar nasional Indonesia. Sementara pengemudi kendaraan roda empat diminta mengenakan sabuk pengaman dan tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara.
Apabila kabut asap mengganggu pandangan, pengguna jalan disarankan mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan. Penggunaan lampu dapat membantu pengendara lain mengetahui keberadaan kendaraan di tengah kondisi pandangan yang terbatas.
Kegiatan pembagian masker tersebut menjadi bagian dari pelayanan humanis kepolisian kepada masyarakat. Satlantas tidak hanya menjalankan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya perlindungan masyarakat ketika menghadapi kondisi lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan.
Kehadiran personel di Jalan Basuki Rahmat juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keselamatan secara langsung. Pendekatan tersebut diharapkan membuat imbauan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
Sebanyak 500 masker yang disiapkan dalam kegiatan itu dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan. Sasaran utama adalah warga yang berada di luar ruangan serta berpotensi terpapar kabut asap selama melakukan perjalanan.
Satlantas Polresta Tanjungpinang berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan masing-masing. Warga diminta membawa dan menggunakan masker selama kabut asap masih terjadi, khususnya ketika berada di kawasan terbuka atau melintasi ruas jalan dengan paparan asap yang terlihat cukup jelas.
Orang tua juga diharapkan memberikan perhatian kepada anak-anak dan anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker serta pembatasan aktivitas yang tidak mendesak dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi paparan udara yang kurang sehat.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar kabut asap diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Gejala yang dirasakan tidak sebaiknya diabaikan, terlebih apabila keluhan berlanjut atau semakin berat.
Satlantas Polresta Tanjungpinang juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan keselamatan selama berkendara. Kondisi udara yang berubah tidak boleh membuat pengguna jalan mengabaikan aturan lalu lintas ataupun melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Melalui pembagian masker dan penyampaian imbauan tersebut, kepolisian berharap masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan lebih aman. Kesadaran menggunakan masker dan kehati-hatian saat berkendara dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi kabut asap.
Sinergi antara kepolisian dan masyarakat juga diperlukan agar situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Tanjungpinang tetap terjaga.
Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kondisi udara serta tidak menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta saling mengingatkan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah sampai kualitas udara kembali membaik.








