Kapten Laut (P) Satria Gumilar, Putra Daerah yang Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT RI

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Senja di halaman Kantor Wali Kota Tanjungpinang pada Minggu (17/8/2025) terasa berbeda dari biasanya. Langit sore yang mulai meredup menjadi saksi khidmatnya upacara penurunan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih, yang menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tingkat Kota Tanjungpinang.

Prosesi berlangsung tertib dan penuh rasa hormat. Pasukan pengibar bendera bergerak serentak dengan langkah tegas, sementara para undangan dan masyarakat berdiri menyaksikan dengan khidmat. Keheningan yang tercipta saat Sang Merah Putih perlahan diturunkan menghadirkan suasana haru sekaligus kebanggaan.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini adalah buah perjuangan panjang para pahlawan bangsa.

“Tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengisinya dengan karya nyata. Setiap kita memiliki peran untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan,” ujar Raja Ariza.

Putra Daerah Jadi Komandan Upacara

Momen upacara penurunan bendera kali ini terasa lebih berkesan berkat hadirnya Kapten Laut (P) Satria Gumilar, S.T.Han. Putra asli Tanjungpinang itu mendapat kehormatan sebagai komandan upacara. Dengan sikap tegap, wibawa, dan suara lantang, ia memimpin jalannya prosesi dengan penuh ketegasan.

Bagi masyarakat Tanjungpinang, tampilnya Satria di panggung upacara menjadi kebanggaan tersendiri. Ia seakan menjadi simbol bahwa putra daerah mampu mengabdi dan berkiprah tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga dalam tugas-tugas penting kenegaraan.

Satria lahir di Tanjungpinang pada 27 Desember 1990. Sejak kecil, ia tumbuh dan menempuh pendidikan di kota ini. Ia menamatkan SD Hang Tuah (2002), SMP Negeri 1 (2005), dan SMA Negeri 1 Tanjungpinang (2008). Semangat juangnya kemudian membawanya ke Akademi Angkatan Laut Surabaya, hingga akhirnya lulus pada 2014 sebagai bagian dari Angkatan 59.

Kini, ia mengabdi sebagai Komandan Pesawat Udara 4 Flight 1 Skuadron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal. Sebagai penerbang TNI AL, Satria terbiasa mengendalikan helikopter Bell-412 dan Bolkow, dengan total jam terbang mencapai 850 jam. Penugasannya sebagai komandan upacara di tanah kelahiran dianggapnya sebagai wujud pengabdian yang kembali pada akar.

Suasana Khidmat dan Reflektif

Upacara penurunan bendera sore itu bukan hanya sebatas ritual seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi momen refleksi bersama bagi masyarakat Tanjungpinang. Generasi muda, orang tua, hingga pejabat daerah berdiri bersama menyaksikan Sang Merah Putih diturunkan dengan penuh kehormatan.

Bagi sebagian warga, terutama para pelajar yang hadir, melihat putra daerah seperti Kapten Satria tampil di depan menjadi inspirasi. Pesan tersiratnya jelas: anak Tanjungpinang mampu meraih prestasi, mengabdi, dan memimpin di momen-momen penting kenegaraan.

“Rasanya bangga sekali melihat orang Tanjungpinang sendiri bisa jadi pemimpin upacara. Itu bisa jadi contoh buat anak-anak kita,” ujar salah seorang warga yang hadir.

Teladan bagi Generasi Muda

Peringatan HUT ke-80 RI di Tanjungpinang tahun ini meninggalkan kesan mendalam. Selain mengingatkan pada jasa pahlawan, kehadiran Kapten Laut (P) Satria Gumilar sebagai komandan upacara menambah nuansa kebanggaan.

Ia tidak hanya menjadi representasi keberhasilan putra daerah, tetapi juga teladan bagi generasi muda untuk terus berjuang, berkarya, dan memberi kontribusi bagi bangsa.

Dengan sikap disiplin dan pengabdian yang ditunjukkannya, Satria menjadi bukti nyata bahwa dari Tanjungpinang lahir putra-putra bangsa yang siap menjaga kedaulatan Indonesia.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *