Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, memaparkan capaian kinerja serta berbagai inovasi pelayanan yang telah dijalankan selama Triwulan II Tahun 2026 dalam Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Kinerja yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau, Jalan Daeng Kamboja Kilometer 14, tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Kepulauan Riau untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengukur capaian kinerja, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau, Aris Munandar, dan dihadiri seluruh kepala UPT Pemasyarakatan, mulai dari kepala rumah tahanan negara, lembaga pemasyarakatan, balai pemasyarakatan, hingga rumah penyimpanan benda sitaan negara yang berada di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam arahannya, Aris Munandar menegaskan bahwa rapat analisis dan evaluasi merupakan bagian penting dari upaya penguatan tata kelola organisasi. Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, setiap satuan kerja diharapkan mampu mengidentifikasi capaian, kendala, sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Forum tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antarsatuan kerja agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai target yang telah ditetapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo, memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih jajarannya sepanjang Triwulan II Tahun 2026.
Paparan tersebut mencakup berbagai aspek pelaksanaan tugas, mulai dari bidang keamanan dan ketertiban, pelayanan terhadap tahanan, pembinaan warga binaan, pengelolaan administrasi perkantoran, pengelolaan keuangan dan realisasi anggaran, hingga pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.
Menurut Fajar, seluruh program yang dijalankan Rutan Batam diarahkan untuk mendukung kebijakan nasional melalui implementasi Asta Cita Presiden serta pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama Rutan Batam. Oleh karena itu, berbagai inovasi terus dikembangkan guna menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, cepat, transparan, dan akuntabel.
Selain menyampaikan capaian kinerja, Fajar juga memaparkan sejumlah inovasi pelayanan yang telah diterapkan sebagai bagian dari transformasi birokrasi di lingkungan Rutan Batam. Inovasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat pembinaan terhadap warga binaan agar proses pemasyarakatan berjalan lebih optimal.
Menurutnya, keberhasilan sebuah satuan kerja tidak hanya diukur dari terpenuhinya target administrasi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam forum tersebut, setiap kepala UPT diberikan kesempatan mempresentasikan perkembangan kinerja di satuan kerjanya masing-masing. Paparan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi bersama untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi sekaligus mencari solusi melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik antarsatuan kerja.
Melalui mekanisme tersebut, diharapkan setiap UPT dapat saling belajar dan mengadopsi inovasi yang terbukti efektif sehingga kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan di Kepulauan Riau terus mengalami peningkatan.
Suasana rapat berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan masukan, pengalaman, serta berbagai strategi yang dinilai berhasil diterapkan di masing-masing satuan kerja. Diskusi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Ditjenpas.
Bagi Rutan Batam, keikutsertaan dalam forum analisis dan evaluasi tidak hanya menjadi sarana menyampaikan laporan capaian kinerja, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan sesuai prinsip pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan.
Melalui kegiatan Anev Triwulan II ini, Kantor Wilayah Ditjenpas Kepulauan Riau berharap seluruh satuan kerja mampu menjaga konsistensi pelaksanaan program, meningkatkan profesionalisme aparatur, memperkuat akuntabilitas, serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, seluruh jajaran pemasyarakatan di Kepulauan Riau diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan organisasi sekaligus mampu mewujudkan sistem pemasyarakatan yang modern, profesional, adaptif, berintegritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, warga binaan, dan seluruh pemangku kepentingan.








