Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Kasus harian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang meningkat dari 138 kasus pada 12 Oktober 2026 menjadi 180 kasus pada 15 Oktober 2026.
Data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang tersebut menunjukkan kenaikan 42 kasus atau sekitar 30,4 persen dibandingkan pencatatan pada 12 Oktober.
Peningkatan kasus itu menjadi perhatian DKP2KB di tengah kondisi kabut asap yang belakangan memengaruhi wilayah Tanjungpinang.
Kepala DKP2KB Kota Tanjungpinang Rustam memantau kesiapan pelayanan di Puskesmas Batu 10, Jumat (16/10/2026) siang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan tersebut dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan.
Pemeriksaan meliputi ketersediaan logistik dan obat-obatan, kesiapan peralatan medis, serta ambulans untuk kebutuhan rujukan pasien.
Periksa oksigen hingga kesiapan ambulans
Dalam kunjungan tersebut, perlengkapan yang diperiksa antara lain oksigen, nebulizer, obat-obatan untuk menangani ISPA, batuk, pilek, dan asma, serta alat elektrokardiogram (EKG).
Selain ketersediaan perlengkapan, kesiapan rujukan menjadi perhatian. Ambulans diperiksa untuk mendukung pemindahan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Rustam mengingatkan kepala puskesmas agar terus memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat serta melaporkan setiap perkembangan di lapangan.
Ia juga meminta petugas merespons dengan cepat apabila menemukan pasien dengan kondisi yang tidak dapat ditangani di puskesmas.
“Jika ditemukan pasien dengan kondisi lebih berat dan tidak mampu ditangani di puskesmas, petugas diharapkan dapat merespons dengan cepat dan sigap serta segera merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki kemampuan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Puskesmas Batu 10 pastikan logistik tersedia
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batu 10 Muhammad Al-Ghifari mengatakan, obat-obatan dan peralatan medis tersedia untuk menangani pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Pihaknya juga menyiapkan ambulans apabila terdapat pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit.
“Semua logistik tersedia secara memadai di puskesmas. Jika ada pasien yang terdampak, kami siap memberikan penanganan,” kata Al-Ghifari.











