Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyebut pemadaman listrik bergilir di wilayahnya terjadi akibat gangguan pada dua unit pembangkit listrik di Batam. Gangguan tersebut berdampak pada pasokan listrik ke Tanjungpinang sehingga pemadaman harus dilakukan secara bergantian.
Lis mengatakan, dirinya telah mengonfirmasi kondisi tersebut secara langsung. Berdasarkan informasi yang diterimanya, proses pemulihan kedua unit pembangkit hampir selesai.
“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan dan gangguan aktivitas masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Saya telah mengonfirmasi secara langsung, dan proses pemulihan dua mesin pembangkit di Batam hampir selesai. Semoga malam ini pasokan listrik ke Tanjungpinang kembali normal,” kata Lis, Selasa (13/10/2026).
Menurut Lis, kebutuhan listrik di Tanjungpinang dan Bintan masih ditopang pasokan dari Batam. Pembangkit yang berada di Tanjungpinang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik kedua wilayah tersebut.
Karena itu, gangguan pada dua unit pembangkit di Batam turut memengaruhi pelayanan listrik di Tanjungpinang. Pemadaman bergilir dilakukan sementara selama proses perbaikan berlangsung.
Lis menyampaikan penjelasan tersebut untuk menanggapi isu yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab pemadaman. Ia menegaskan, pemadaman terjadi akibat gangguan pembangkit, bukan unsur kesengajaan.
Ia juga mengakui bahwa pemadaman berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pelaku usaha dan pelayanan aparatur pemerintah.
“Untuk sementara dilakukan pemadaman bergilir, dan Saya juga ikut merasakan kesulitan masyarakat dan pelaku usaha. Banyak yang terdampak, termasuk pelayanan aparatur. Semoga malam ini (Selasa malam), perbaikan dua unit mesin pembangkit di Batam dapat diselesaikan. Agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ungkap Lis.
Lis berharap perbaikan kedua unit pembangkit dapat segera dituntaskan sehingga pasokan listrik kembali normal. Harapan pemulihan pada Selasa malam tersebut belum merupakan kepastian waktu selesainya perbaikan.















