Lis Darmansyah Minta Karang Taruna Aktif hingga Kelurahan: Jangan Hanya Nama dalam Struktur

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah meminta Karang Taruna aktif hingga tingkat kelurahan serta terlibat langsung dalam menangani persoalan sosial dan mengembangkan potensi generasi muda.

Menurut Lis, keberadaan organisasi kepemudaan tersebut tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur kepengurusan di tingkat kota.

Hal itu disampaikan Lis saat mengukuhkan Pengurus Karang Taruna Kota Tanjungpinang masa bakti 2025–2030 di Aula Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Jumat (25/9/2026).

Lis mengatakan, kelurahan menjadi wilayah penting karena merupakan tempat kehidupan masyarakat berlangsung sehari-hari. Oleh karena itu, pengurus Karang Taruna harus memahami kondisi pemuda, potensi wilayah, persoalan sosial, hingga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.

“Petakan potensi itu. Kemudian susun program berdasarkan kebutuhan masyarakat,” kata Lis.

Menurut dia, program Karang Taruna di setiap wilayah tidak harus dibuat seragam. Kegiatan perlu disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi masing-masing kelurahan.

Wilayah pesisir dan perikanan, misalnya, dapat mengembangkan program yang berbeda dengan kawasan yang memiliki potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, seni budaya, olahraga, ataupun ekonomi digital.

Dengan pendekatan tersebut, program yang dijalankan diharapkan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Lis menyatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang siap membuka ruang kerja sama dan menjadikan Karang Taruna sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Namun, setiap program yang diajukan harus memiliki tujuan yang jelas dan dapat diukur.

“Pemko siap menjadikan Karang Taruna sebagai mitra strategis sepanjang program yang dilaksanakan jelas, bermanfaat, terukur, dan sejalan dengan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong pengurus membangun jaringan kerja yang luas dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kelurahan dan kecamatan, RT/RW, lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), PKK, hingga organisasi kepemudaan lainnya.

Kerja sama juga dapat dijalin dengan perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas kreatif, serta tokoh agama dan tokoh adat.

Menurut Lis, kolaborasi diperlukan agar Karang Taruna tidak bekerja sendiri dalam merancang dan menjalankan program. Sinergi dengan berbagai pihak juga dapat memperluas dampak kegiatan sekaligus membantu organisasi memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan antara lain kewirausahaan pemuda, UMKM, ekonomi kreatif, olahraga, seni dan budaya, teknologi digital, lingkungan hidup, serta kegiatan sosial.

Lis turut mengingatkan agar kepengurusan yang telah dikukuhkan tidak sekadar menjadi susunan nama tanpa aktivitas nyata.

“Jangan sampai banyak nama di dalam struktur, tetapi sedikit orang yang bekerja,” kata Lis.

Menurut dia, keberhasilan Karang Taruna tidak ditentukan oleh banyaknya orang yang tercantum dalam struktur organisasi. Tolok ukur utamanya adalah keberlanjutan program dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Lis juga mengingatkan pengurus agar tidak menjadikan persoalan anggaran sebagai titik awal dalam merancang kegiatan. Pemetaan kebutuhan masyarakat dan penyusunan gagasan harus dilakukan terlebih dahulu.

Setelah program tersusun secara jelas, dukungan pembiayaan dapat dicari melalui kemitraan dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Organisasi yang kuat dimulai dari gagasan, bukan dari anggaran,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Tanjungpinang Supardiono mengakui bahwa organisasi tersebut sempat mengalami kevakuman. Namun, ia menilai kondisi itu sebagai bagian dari dinamika organisasi yang harus dijadikan bahan evaluasi.

“Dengan dikukuhkan oleh Wali Kota, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi pada masa yang akan datang,” kata Supardiono.

Ia mengatakan, kepengurusan baru akan menyesuaikan program dan pola kerja organisasi dengan perkembangan era digital.

Penguatan organisasi juga akan dilakukan melalui perekrutan anggota baru serta konsolidasi kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan di seluruh Kota Tanjungpinang.

Supardiono berharap seluruh pengurus dapat bekerja bersama, menjaga kekompakan, dan menghidupkan kembali peran Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda yang memiliki kepedulian sosial.

“Mari kita satukan langkah dan kuatkan kebersamaan untuk membangun semangat kepemudaan yang berjiwa sosial,” tuturnya.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed