Lebak, jurnalkota.co.id
Oknum Kepala Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, inisial M, bertindak arogan dan melakukan intimidasi kepada Wartawan media online, yang bersetatus Kabiro Lebak yang bernama Aan. Kejadian itu dilakukan dengan cara memberhentikan kendaraan mobilnya, menyuruh keluar dengan nada tinggi dan kata-kata kasar. Itu terjadi tepatnya di arah Jalan Raya Gunungkencana, Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten. Tepatnya pada hari Senin, (5/08/2024), menjelang Selasa sore sekitar pukul 17.30 WIB.
“Jadi saya awalnya dari arah Gunung Kencana dibuntuti oleh mobil Plat Merah atau Mobil Dinas oleh oknum Kepala Desa tersebut. Waktu itu saya arah pulang, kemudin kendaraan saya disalip dari depan di Jalan Raya Gunung Kencana Cirinten kemudian ditempat yang sepi. (Oknum Jaro) berhenti dan keluar dari mobilnya kemudian memberhentikan mobil saya menggedor mobil, dengan nada tinggi dan berkata-kata kasar,” cerita kronologis Aan.
“Oknum Kepala Desa, Kemudian menyuruh saya keluar dengan menggedor saya dan berkata kasar ‘Keluar Dia’ (Keluar Kamu) dijawab oleh saya, ‘ada apa pak Jaro? Dia Bangsat Dia, (Kamu Bangsat Kamu). Saya jawab, maaf, Bapak ini sebagai Kepala Desa adalah publik figure. Dijawab sama oknum Jaro “Naon Dia Urusana” (Apa kamu urusanya). saya sebagai kontrol sosial atau sebagai wartawan, memperkenalkan diri. DiJawab lagi sama oknum Jaro itu, “Bangsat Dia, anjing dia,” (Bangsat kamu anjing kamu).
“Ketika saya memperkanalkan diri sebagai wartawan, oknum Kepala Desa tersebut bicara anjing Dia, Bangsat Dia, Bencong Dia, naon urusana Dia (Anjing Kamu, Bangsat kamu, Banci kamu, apa urusannya) tanya-tanya Dana Desa (DD), Aing Jaro kabeh geh nyaho ka Aing (saya kepala desa semua tau ke saya). Bahkan oknum Kepala Desa tersebut sempat melemparkan puntung rokok yang masih menyala dan mengenai tangan saya,” terang Aan saat menceritakan kronologi kejadian kemarin saat dihadang oleh oknum Kepala Desa.
Lanjut Aan, “Sayapun tidak melayani oknum Kepala Desa tersebut, kemudian saya bergegas masuk mobil. tapi setelah Saya jalan, Oknum Kepala Desa tersebut sambil mengamuk lagi memberhentikan saya lagi, sambil berkata kasar; Saya banci kamu, saya berargumen, maaf pak jaro saya bukan banci tapi saya wartawan. Mau apa kamu mengawasi dana desa saya. Saya jawab, semua wartawan wajib mengawasi dana desa. Kemudian oknum Kepala Desa marah lagi dengan berkata kasar dan tinggi bicara ke saya Ah Dia, bangsat dia, anjing dia,” ujar Aan menguraikan kembali.
Bahkan, kata Aan, Oknum Kepala Desa itu juga ketika saya bilang saya wartawan, oknum Kepala Desa itu meminta agar lebih baik wartawan macul (menyangkul).
“Engges mending macul Dia, mending menyangkul kamu. Saya dihadang dua kali sama oknum Kepala Desa itu. Pertama hari Senin malam sekitar pukul 17.30 WIB. dan hari Selasa sore,” kata Aan.
“Tentu saya merasa dikecilkan profesi sebagai wartawan atau bisa dibilang menghina Profesi saya sebagai wartawan. Ketika bicara wartawan kan bukan saya saja, banyak wartawan, berarti bukan ke saya saja,” lanjut Aan.
“Hal ini akan saya indaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlaku. Ini tidak bisa ditoleransi, karena ini menyangkut profesi wartawan nama baik saya dan semua rekan-rekan wartawan,” tegas Aan.
Aan juga berharap semua wartawan dapat hadir menyaksikan untuk melaporkan. Kata dia, rencananya semua wartawan akan ke Kecamatan Cirinten, meminta tanggapan dari Camat Cirinten seperti apa tindakannya. Aan juga mengaku setelah itu akan melaporkan ke Instansi yang lebih berwenang.
Sementara itu dihubungi terpisah, Oknum Kepala Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten berinisial M mengaku tidak mengetahui dan suruh wartawan menanyakan Kepada yang kasih kabar informasi tersebut.
“Gak tau juga saya gak bisa jawab. Tanya saja ke yang ngasih tau bapak siapa?
“bapak sebagai apa mengintrogasi saya,” kata Oknum Kepala Desa dengan miris masih berkata Arogan.
Ketika wartawan menjelaskan kembali bahwa konfirmasi tersebut hanyalah untuk keberimbangan Pemberitaan atau hak klarifikasi hak jawab pak Jaro. Oknum Jaro tersebut tidak memberikan jawaban dan memilih bungkam.
Penulis : Noma
Sumber : Pemdes














