Batam, Jurnalkota.co.id
Patung Ksatria Hang Nadim resmi berdiri di Pangkalan TNI AU Hang Nadim, Batam. Peresmian pada Minggu (14/9/2025) pagi dihadiri Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Acara berlangsung khidmat dengan kehadiran Pangkodau I Marsda TNI Muzafar, Komandan Lanud Hang Nadim Letkol Pnb Hendro Sukamdani, serta sejumlah tokoh daerah. Peresmian diawali dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan penanaman pohon. Marsda Muzafar menanam pohon kelapa gading, sementara Amsakar memilih pohon mangga sebagai simbol pentingnya merawat bumi dan menjaga kedaulatan bangsa.
Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi pembangunan patung yang dinilainya memberi nilai sejarah dan identitas bagi Batam.
“Hang Nadim adalah lambang keberanian. Semangat juangnya perlu terus kita rawat agar menjadi teladan bagi generasi Batam,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, monumen ini bukan hanya penanda sejarah, melainkan inspirasi generasi penerus. “Dengan berdirinya Monumen Hang Nadim, kita ingin Batam dikenal bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi juga kekayaan sejarah dan budayanya,” lanjutnya.
Amsakar menambahkan, kehadiran patung diharapkan memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi daya tarik wisata baru.
Hang Nadim sendiri merupakan pahlawan muda asal Kepulauan Riau yang dikenang atas jasanya mengusir Portugis pada abad ke-16. Ia dikenal dengan strategi menggunakan kelapa ijo sebagai peluru meriam untuk memukul mundur armada Portugis di Benteng Kota Batu, Bintan. Atas jasanya, pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 2008.
Kini, Patung Ksatria Hang Nadim menjadi pengingat nyata atas keberanian, kecerdikan, dan pengorbanan putra terbaik Kepulauan Riau tersebut. Namanya sebelumnya juga telah diabadikan pada sejumlah infrastruktur penting, mulai dari Bandara Internasional Hang Nadim hingga jalan utama di Batam. (*)













