Program Menyapa Pesisir, Weni Ajak Kader PKK Perkuat Pelayanan hingga Tingkat Keluarga

Jasa Maklon Sabun

Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id

Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tanjungpinang terus memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat keluarga. Melalui Program Menyapa Pesisir, Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, turun langsung ke wilayah pesisir Teluk Keriting, Kelurahan Tanjungpinang Barat, untuk berdialog dengan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi bersama kader PKK, TP Posyandu, dan para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pertemuan RW 15, Gang Ketam, itu menjadi bagian dari upaya TP PKK menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain menjadi wadah silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi mengenai berbagai program pemberdayaan keluarga dan pelayanan sosial yang dijalankan di lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Weni menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK, TP Posyandu, kelompok dasawisma, pemerintah kelurahan, kecamatan, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur yang selama ini aktif bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan berbagai program pemberdayaan masyarakat tidak terlepas dari dedikasi para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat lingkungan.

“Terima kasih kepada seluruh kader PKK, TP Posyandu, dasawisma, kelurahan, kecamatan, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah hadir dan terus bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran dan dedikasi Ibu-ibu sekalian merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujar Weni.

Ia menegaskan bahwa Program Menyapa Pesisir tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi merupakan bentuk komitmen TP PKK untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus mencari solusi bersama melalui kolaborasi lintas sektor.

Weni juga menjelaskan bahwa terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 membawa perubahan terhadap peran TP Posyandu. Kini, Posyandu memiliki ruang lingkup tugas yang lebih luas dengan mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga diperlukan pemahaman yang sama agar pelaksanaannya di lapangan berjalan optimal.

Menurutnya, PKK dan TP Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Posyandu merupakan mitra strategis yang bekerja sejajar dalam mendukung program pemerintah. Keduanya memiliki peran berbeda, namun saling melengkapi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Jangan sampai muncul anggapan bahwa PKK dan Posyandu berjalan sendiri-sendiri. Justru keduanya harus saling menguatkan dan bersinergi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Weni mengingatkan bahwa kader PKK memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar melaksanakan kegiatan seremonial. Kader diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang hadir di tengah masyarakat dan peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Menurutnya, banyak aspek kehidupan masyarakat yang dapat menjadi perhatian kader, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, hingga kesejahteraan keluarga.

“Banyak yang bisa dilakukan, mulai dari mendorong imunisasi anak, memperhatikan kesehatan ibu hamil, mendampingi lansia, mendukung pendidikan anak usia dini, hingga membantu penanganan keluarga rentan. Karena itu, kader PKK harus mampu membaca kondisi wilayahnya dan hadir memberikan solusi bersama pemerintah,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti TP Posyandu, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), pengelola bank sampah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya.

Menurut Weni, pembangunan keluarga yang berkualitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen agar berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara maksimal.

“Setiap kebersihan lingkungan, kesehatan keluarga, pendidikan anak, hingga kerukunan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi yang baik, kita dapat menghadirkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan harmonis,” ujarnya.

Usai sesi dialog dan koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan sesuai bidang kerja masing-masing kelompok kerja (Pokja). Pokja I mengunjungi BKMT Kelurahan Tanjungpinang Barat sebagai bagian dari penguatan pembinaan masyarakat.

Sementara itu, Pokja II meninjau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna melihat secara langsung kondisi warga yang membutuhkan perhatian. Pokja III mengunjungi kelompok dasawisma dan bank sampah untuk memperkuat pemberdayaan keluarga serta pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Adapun Pokja IV melakukan kunjungan ke rumah ibu hamil sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak sekaligus memastikan pelayanan dasar di wilayah pesisir berjalan dengan baik.

Melalui Program Menyapa Pesisir, TP PKK Kota Tanjungpinang berharap sinergi antara kader, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, berbagai program pemberdayaan keluarga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kota Tanjungpinang.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *