Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, menyambut baik kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Mr. Wang Lutong, ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ia menilai kunjungan tersebut membuka peluang besar bagi peningkatan kerja sama di bidang investasi, perdagangan, dan pariwisata, yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Tanjungpinang.
“Sebagai ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang memiliki posisi strategis dalam mendukung realisasi investasi dan kerja sama antarnegara. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menciptakan iklim investasi yang ramah dan kondusif, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Raja Ariza seusai mendampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima kunjungan Dubes RRT di Ruang VIP Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Rabu (29/10/2025).
Dorong Penguatan Infrastruktur Pariwisata
Raja Ariza menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang saat ini terus memperkuat daya tarik kota melalui peningkatan sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Upaya tersebut tengah diintensifkan Wali Kota Lis Darmansyah dengan menggandeng kementerian terkait dan dukungan anggota DPR RI.
“Sejumlah usulan program telah diajukan, antara lain penataan kawasan Kota Lama, pengembangan wisata Pulau Penyengat, pembangunan dan rehabilitasi jembatan serta jalan utama, hingga pengembangan Pelabuhan Internasional Tanjung Geliga di kawasan FTZ Senggarang,” jelas Raja Ariza.
Ia menambahkan, Pemko Tanjungpinang juga berkomitmen mempercepat layanan perizinan bagi para investor agar proses berinvestasi semakin mudah dan efisien.
“Kami berharap kerja sama antara Kepri dan Tiongkok yang digagas Pak Gubernur Ansar Ahmad dapat berdampak langsung bagi masyarakat Tanjungpinang, baik melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan sektor pariwisata, maupun kegiatan ekonomi UMKM,” kata Raja Ariza.
Kepri-Tiongkok Perkuat Hubungan Ekonomi dan Pariwisata
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan sejumlah sektor prioritas investasi di Kepri, seperti minyak dan gas bumi, perikanan, industri, serta pariwisata. Ia berharap investor asal Tiongkok dapat berpartisipasi dalam pengembangan potensi tersebut, khususnya di wilayah Blok Natuna dan industri pengolahan hasil laut.
“Kami membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis dan mendorong kebijakan bebas Visa on Arrival bagi wisatawan Tiongkok. Ini akan memperkuat hubungan ekonomi sekaligus pariwisata antara Kepri dan Tiongkok,” ujar Ansar Ahmad.
Menanggapi hal itu, Dubes Wang Lutong menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang investasi dan pariwisata di Kepri, termasuk menjajaki potensi eksplorasi migas di Natuna serta kerja sama industri di Bintan melalui program Two Countries, Twin Parks.
“Kami melihat Kepri memiliki potensi besar. Kami ingin memperluas kerja sama ekonomi dan pariwisata, termasuk menjadikan Kepri sebagai pintu utama hubungan kedua negara,” kata Wang Lutong.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira, Kepala Dinas Pariwisata Hasan, Kepala Dinas PMPTSP Hasfarizal, serta sejumlah pejabat Kedutaan Besar RRT.








