Lebak, Jurnalkota.online
Masyarakat Desa Tambak, gelar Tasyakuran dan Istighosah setelah merelokasi makam keramat Lewijero ke Kiara Payung. Desa Tambak Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak-Banten, Sabtu (9/9/2023).
Acara tasyakuran dan Istighosah, di pimpin langsung tokoh masyarakat Desa Tambak, Mama Dulhalim mengatakan, selain kewajiban para Ulama yang mengerti akan tatanan atau tata cara pemindahan makam Keramat, saya juga berkewajiban untuk mengurus prosesi relokasi makam Keramat dan makam yang lainnya.
“Relokasi makam Kramat itu kewajiban tokoh Ulama dan saya juga akan merelokasi lainya,” kata Mama Dulhalim sebagai tokoh masyarakat setempat
Di tempat sama Ali Huseni yang ditunjuk selaku tokoh masyarkat yang dituakan di Desa Tambak mengatakan, Makam Keramat yang terkena relokasi ini sejumlah 7 makam Keramat, dan 234 makam para santri yang di relokasi dari Lewijero ke Kiara Payung,
“Saya juga berkewajiban dalam mengurus pemindahan makam keramat ini dari Lewijero ke Kiara Payung beserta makam lainya,” kata Ali Husaeni.
Di tempat yang sama, Abe selaku Penataan Pembangunan makam Keramat Kiara Payung menyampaikan, Saya mempunyai prospek makam Keramat yang direlokasikan ini akan dijadikan tempat Wisata Religi, yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat, dan Pemerintah daerah Kabupaten Lebak.
“Pembangunan Makam Kramat ini akan di jadikan wisata religi untuk membangkitkan ekonomi masyarkat, kami akan membentuk kepanitiaan untuk merumuskan tempat Wisata Religi, mulai dari pengerasan jalan, penataan taman, dan tempat parkiran kendaraan,” kata Abe.
Mirta, Kepala Desa Tambak ketika ditemui awak media mengatakan, Selaku Kades saya mendukung dan mensuport apa yang di rencanakan oleh kedua tokoh tadi.
“Saya mengapresiasi atas gagasan dari kedua tokoh dan tim penataan pembangunan bahwasanya, relokasi makam keramat Lewijero ini akan dijadikan suatu tempat wisata religi, semoga apa yang menjadi harapan kita dalam hal membangkitkan perekonomian masyarakat bisa terwujud,” kata Mirta selalu kepala Desa Tambak.
Ustadz Anwar selalu tokoh ulama beharap, agar masyarakat lebih meningkatkan ilmu keagamaan, di samping menuntut ilmu di Sekolah,
“Saya harapkan juga menuntut ilmu Agama di pondok pesantren,” harapnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Mama Dulhalim, (tokoh masyarakat), Ali Husaeni, (tokoh masyarakat), Ustadz Anwar, H. Jana, (tokoh masyarakat), Abe, (tim Penataan Pembangunan), Mirta, (Kades Tambak), Ajiludin, S.H. (Babinkamtibmas), Peltu Hanhan, (Babinsa), Nana Mulyan, S.Pd.,M.Si., (Kepala sekolah SDN 1 Tambak), dan para RT/RW serta masyarakat Desa Tambak.
Acara berjalan dengan lancar, pemimpin tasyakuran dan istighosah, Mama Dulhalim, penutup Do’a Ali Husaeni.
Penulis : Noma














