Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al Uswah Batu 10, Kota Tanjungpinang, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut disejalankan dengan pelaksanaan salat Isya dan tarawih berjamaah bersama masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ansar Ahmad juga menyerahkan berbagai bantuan bagi masyarakat dan rumah ibadah sebagai bentuk perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau terhadap penguatan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Bantuan yang diserahkan antara lain bantuan rumah ibadah sebesar Rp500 juta melalui program Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Kepri. Selain itu, Baznas Provinsi Kepri turut menyalurkan 30 paket bantuan untuk anak yatim dan dhuafa, serta bantuan program Kepri Taqwa sebesar Rp5 juta untuk Masjid Al Uswah.
Dalam sambutannya, Ansar Ahmad mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas ibadah di penghujung bulan Ramadan. Ia menyebut malam tersebut merupakan malam ke-25 Ramadan, yang berarti umat Muslim telah menjalani ibadah puasa selama 24 hari.
“Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan kita diberikan kekuatan untuk terus istiqomah sampai akhir Ramadan. Mudah-mudahan kita semua dianugerahi derajat sebagai orang-orang yang bertakwa,” ujar Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad juga mengingatkan pentingnya peran masjid sebagai pusat kehidupan masyarakat. Ia berharap Masjid Al Uswah dapat menjadi pusat pembinaan umat sekaligus memperkuat aktivitas sosial di lingkungan sekitar.
“Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat, tempat memperkuat ukhuwah dan kegiatan sosial masyarakat. Jika masjidnya makmur, insyaAllah masyarakat di sekitarnya juga makmur,” kata Ansar Ahmad.
Pada kesempatan tersebut, Ansar Ahmad turut memaparkan sejumlah program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, salah satunya terkait peningkatan akses listrik bagi masyarakat di wilayah pulau-pulau.
Menurut Ansar Ahmad, selama masa kepemimpinannya pada periode pertama hingga setahun terakhir bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Pemprov Kepri terus mendorong pemerataan layanan listrik bagi masyarakat.
“Alhamdulillah selama masa amanah kami, termasuk pada masa jabatan pertama selama 3,8 tahun hingga sekarang bersama Pak Nyanyang menjadi sekitar 4,8 tahun, kita telah berhasil menyambungkan listrik PLN ke 14.228 rumah masyarakat di pulau-pulau Kepri,” jelas Ansar Ahmad.
Ia menambahkan, biaya penyambungan listrik bervariasi antara Rp2,5 juta hingga Rp4 juta, tergantung jarak jaringan listrik.
Tahun ini, Pemprov Kepri juga menargetkan penambahan sambungan listrik bagi sekitar 1.000 rumah tangga.
Saat ini, lanjut Ansar Ahmad, tingkat elektrifikasi di Provinsi Kepulauan Riau telah mencapai 99,98 persen, meskipun masih terdapat beberapa wilayah yang baru menikmati listrik selama 12 hingga 14 jam per hari.
“Kita terus mendorong dan bekerja sama dengan PLN agar seluruh masyarakat Kepri dapat menikmati listrik selama 24 jam,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Ansar Ahmad memastikan SPP untuk SMA, SMK, dan sederajat tetap digratiskan oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Selain itu, bantuan transportasi laut bagi siswa yang tinggal di wilayah pulau juga akan tetap dilanjutkan.
Sementara di sektor kesehatan, Pemprov Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota akan melakukan seleksi pendidikan dokter spesialis dan subspesialis yang dibiayai oleh Pemprov Kepri.
“Tahun ini kita akan membiayai pendidikan 58 dokter spesialis dan subspesialis. Setiap orang mendapatkan pembiayaan sekitar Rp200 juta per tahun, sedangkan untuk subspesialis sekitar Rp220 juta per tahun,” jelas Ansar Ahmad.
Program tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan minimal dokter spesialis di rumah sakit daerah di kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau.
“Kita prioritaskan putra-putri dari daerah masing-masing, agar setelah selesai pendidikan mereka dapat kembali mengabdi dan memastikan pelayanan kesehatan masyarakat semakin baik,” tambahnya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Ansar Ahmad juga mengimbau masyarakat agar merayakan hari kemenangan dengan penuh kesederhanaan.
“Idulfitri tidak harus dirayakan dengan kemewahan atau sampai berutang hanya untuk membeli hal-hal baru. Yang terpenting adalah bagaimana Ramadan ini mampu meningkatkan kualitas iman kita,” pesan Ansar Ahmad.










