Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Sebanyak 200 personel Juru Sembelih Halal (Juleha) disiapkan untuk mendukung pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Tanjungpinang.
Ratusan juru sembelih tersebut akan disebar ke berbagai masjid dan lokasi pemotongan hewan kurban guna memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam, aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan pangan masyarakat.
Ketua Juleha Tanjungpinang, Saparilis mengatakan, seluruh personel yang akan bertugas telah mendapatkan pembekalan serta pemahaman sesuai standar kompetensi kerja nasional di bidang penyembelihan hewan halal.
Menurut dia, profesi juru sembelih halal saat ini tidak lagi dipandang sekadar pekerjaan tradisional, tetapi sudah memiliki standar kompetensi resmi yang diatur pemerintah.
“Sekarang sudah menggunakan kompetensi kerja juru sembelih halal sebagai acuan kesiapan bekerja,” ujar Saparilis, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, standar tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 147 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang penyembelihan hewan halal.
Melalui standar tersebut, para juru sembelih dibekali kemampuan teknis maupun pemahaman syariat agar proses penyembelihan dilakukan secara benar dan sesuai ketentuan agama.
Tidak hanya itu, para petugas juga diberikan pemahaman mengenai aspek kesejahteraan hewan serta keamanan pangan bagi masyarakat.
Menurut Saparilis, ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan dalam pelaksanaan kurban.
“Tiga aspek ini harus berjalan seiring, yaitu penerapan syariat Islam, keamanan pangan masyarakat, dan kesejahteraan hewan,” katanya.
Ia menambahkan, setiap juru sembelih diwajibkan memahami sejumlah kompetensi dasar sebelum bertugas di lapangan.
Kompetensi tersebut meliputi persiapan alat penyembelihan, teknik penyembelihan halal, menjaga kebersihan dan sanitasi lokasi, hingga penanganan hewan setelah penyembelihan.
Hal itu dinilai penting untuk menjaga kualitas daging kurban agar tetap sehat, bersih, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Selain kesiapan sumber daya manusia, koordinasi dengan panitia kurban dan tenaga medis hewan juga terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan Iduladha berjalan lancar.
Saparilis berharap seluruh panitia kurban di Kota Tanjungpinang dapat bekerja sama dengan Juleha dan petugas kesehatan hewan agar proses penyembelihan memenuhi standar syariat maupun kesehatan.
Menurut dia, pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban sebelum dan sesudah penyembelihan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.
“Semoga pelaksanaan kurban tahun ini dapat berlangsung aman, sehat, bersih, dan tentunya halal sesuai ketentuan syariat Islam,” ucapnya.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kota Tanjungpinang setiap tahun melibatkan ratusan relawan dan panitia masjid karena tingginya jumlah hewan kurban yang dipotong saat Iduladha.
Karena itu, keberadaan juru sembelih halal yang memiliki kompetensi dinilai sangat penting untuk memastikan proses penyembelihan berjalan tertib dan sesuai standar yang berlaku.














