Bintan, Jurnalkota.co.id
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyuluhan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan yang digelar Kodim 0315/Tanjungpinang di Aula Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Rabu (22/7/2026).
Mengusung moto “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program TMMD yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, memperkokoh semangat nasionalisme, serta memperkuat rasa cinta terhadap Tanah Air.
Penyuluhan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga kalangan pelajar di Kecamatan Seri Kuala Lobam. Kehadiran berbagai elemen itu menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, TMMD diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Komandan Kodim (Dandim) 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf Abdul Hamid yang diwakili Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0315/Tanjungpinang Mayor Inf Sangkot mengatakan, penyuluhan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan TMMD.
Menurut dia, pembangunan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya infrastruktur yang memadai, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki rasa cinta tanah air, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, khususnya kepada generasi muda. TMMD bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau sarana fisik lainnya, tetapi juga membangun kesadaran kebangsaan agar masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Mayor Inf Sangkot.
Ia menjelaskan, tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini semakin kompleks. Karena itu, nilai-nilai Bela Negara harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, Bela Negara tidak selalu diwujudkan melalui tugas kemiliteran. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap disiplin, menjaga kerukunan, menaati peraturan, menghormati perbedaan, serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah juga merupakan bentuk nyata pengamalan nilai Bela Negara.
Mayor Sangkot menambahkan, desa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai fondasi pembangunan nasional. Apabila masyarakat desa memiliki karakter yang kuat, semangat gotong royong yang tinggi, serta rasa memiliki terhadap bangsa dan negara, maka pembangunan nasional akan berjalan semakin kokoh.
“Oleh karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, cita-cita pembangunan nasional dapat diwujudkan secara merata hingga ke pelosok desa,” katanya.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, memahami nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, serta meningkatkan kesadaran terhadap ancaman yang dapat mengganggu persatuan bangsa, seperti penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi informasi.
Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab mengenai peran masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan di lingkungan masing-masing.
Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau TNI semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Program nonfisik seperti penyuluhan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan menjadi salah satu wujud komitmen TNI dalam membangun masyarakat yang tangguh, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme. Kegiatan ini melengkapi berbagai sasaran fisik TMMD yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Bintan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terselenggaranya penyuluhan tersebut, masyarakat Kecamatan Seri Kuala Lobam diharapkan semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, menghidupkan semangat gotong royong, serta mendukung berbagai program pembangunan demi kemajuan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, dan Indonesia secara keseluruhan.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan warisan berupa penguatan karakter kebangsaan yang akan menjadi modal penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).








