Jakarta, Jurnalkota.co.id
Tokoh masyarakat Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, membantah anggapan yang berkembang di media sosial yang menyebut Jakarta Barat sebagai “Gotham City”, julukan yang identik dengan kota fiktif yang digambarkan memiliki tingkat kriminalitas tinggi dalam kisah Batman.
Menurut Umar, narasi tersebut dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi keamanan Jakarta Barat secara menyeluruh. Ia menegaskan, berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama aparat kepolisian dan TNI melalui operasi rutin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) telah menunjukkan hasil positif.
“Saya melihat narasi yang berkembang di media sosial terkait Jakarta Barat sebagai ‘Gotham City’ terlalu berlebihan. Faktanya, setelah operasi rutin kamtibmas yang dilakukan tiga pilar, angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ruang-ruang publik juga tetap ramai dan diminati warga,” kata Umar Abdul Aziz, Rabu (3/6/2026).
Wakil Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta itu menilai kondisi keamanan suatu wilayah tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan beberapa kasus yang viral di media sosial. Menurut dia, masih banyak langkah pencegahan dan penanganan yang dilakukan aparat keamanan serta pemerintah daerah untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Ia juga mengingatkan agar penilaian terhadap kinerja pemerintah dilakukan secara objektif, termasuk dalam menangani persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Sebagai fungsi pengawasan, dewan tentu memiliki hak untuk memberikan masukan dan kritik. Namun, perlu juga melihat proses dan kinerja pemerintah secara objektif. Penanganan kamtibmas tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan waktu, strategi, dan kolaborasi berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut Umar, menjaga keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Persoalan kamtibmas tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor dan komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, persoalan keamanan dapat ditangani secara lebih efektif,” katanya.
Umar berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh stigma negatif yang berkembang di media sosial dan tetap melihat kondisi Jakarta Barat berdasarkan fakta di lapangan.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Barat, TNI, serta berbagai elemen masyarakat yang terus meningkatkan patroli wilayah, pengawasan lingkungan, dan program pencegahan gangguan keamanan.
“Jakarta Barat bukan ‘Gotham City’. Yang ada adalah wilayah yang terus berbenah dan bekerja keras menjaga keamanan serta kenyamanan warganya melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ujar Umar.
Penulis: Awal
Editor: Antoni













