Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan menyusul kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.
Imbauan tersebut disampaikan saat Raja Ariza menghadiri pembagian masker gratis di perempatan Jalan Pamedan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan itu dilaksanakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang. Pembagian masker menyasar pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, serta pejalan kaki.
“Kami mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak. Apabila harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai langkah perlindungan diri,” ujar Raja Ariza.
Menurut Raja Ariza, pembagian masker juga menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap masih memengaruhi kondisi udara di Tanjungpinang.
Ia meminta warga mengikuti imbauan petugas serta memperhatikan anggota keluarga yang membutuhkan perlindungan lebih, terutama anak-anak dan lanjut usia.
“Pembagian masker ini juga menjadi pengingat agar kita bersama-sama menjaga kesehatan. Kami berharap masyarakat mengikuti imbauan petugas serta memberikan perhatian kepada anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, selama kondisi udara belum membaik,” tambahnya.
Kualitas udara mencapai angka 191
Kepala DKP2KB Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, pembagian masker dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar melindungi diri dari paparan kabut asap.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Rustam, angka kualitas udara di Tanjungpinang pada Jumat pagi mencapai 191.
“Tadi pagi, angka kualitas udara mencapai 191, masuk kategori tidak sehat dan mendekati kategori sangat tidak sehat,” ucap Rustam.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi pihaknya untuk mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak. Sementara itu, warga yang tetap harus beraktivitas di luar diminta menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan kabut asap.
Di perempatan Jalan Pamedan Ahmad Yani, petugas menyiapkan sekitar 50 kotak masker untuk dibagikan secara gratis kepada pengguna jalan.
“Khusus di Jalan Pamedan, kita berkolaborasi dengan BPBD,” tambah Rustam.
Pembagian masker tidak hanya berlangsung di kawasan Pamedan. Secara bersamaan, petugas puskesmas juga membagikan masker di delapan titik lainnya, termasuk persimpangan Kilometer 7 dan Kilometer 10.
Dengan demikian, kegiatan pembagian masker pada hari itu menjangkau sembilan titik di Kota Tanjungpinang. Keterlibatan petugas puskesmas memperluas jangkauan pembagian kepada masyarakat yang beraktivitas di sejumlah kawasan.
Kampanye masker dapat kembali dilakukan
Rustam menegaskan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Imbauan penggunaan masker terutama ditujukan kepada warga yang tetap harus keluar untuk memenuhi kebutuhan maupun menjalankan kegiatan sehari-hari.
“Ketika berada di luar rumah, pastikan menggunakan masker. Kami akan melihat perkembangan kualitas udara. Jika diperlukan, kampanye masker akan kembali dilakukan,” ujarnya.
DKP2KB akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara untuk menentukan perlunya pelaksanaan kembali kampanye masker. Untuk sementara, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang dapat ditunda selama kondisi udara belum membaik.
BPBD salurkan masker melalui sekolah dan organisasi
Kepala BPBD Kota Tanjungpinang Muhammad Yamin mengatakan, pembagian masker bersama DKP2KB merupakan upaya antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
“Ini merupakan upaya antisipasi bersama Dinas Kesehatan. Kami membagikan masker secara gratis agar masyarakat dapat menggunakannya untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap,” kata Yamin.
Ia menjelaskan, BPBD sebelumnya telah menyalurkan masker melalui sekolah, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan, dan Pramuka. Masker tersebut kemudian diteruskan kepada masyarakat.
Pembagian langsung kepada pengguna jalan di kawasan Pamedan melengkapi penyaluran melalui berbagai lembaga dan organisasi tersebut.
Sejalan dengan imbauan DKP2KB, Yamin meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
Menurut Yamin, kabut asap yang terbawa angin dari Kalimantan dan Sumatra masih memengaruhi wilayah Pulau Bintan, termasuk Kota Tanjungpinang.
Selama kondisi tersebut berlangsung, masyarakat diimbau memperhatikan perlindungan diri dan mengikuti imbauan petugas. Adapun pelaksanaan kembali kampanye masker akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.















