UMB Disiapkan Jadi Kampus Percontohan Pengelolaan Sampah di Jakarta Barat

Jasa Maklon Sabun

Jakarta, Jurnalkota.co.id

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggandeng Universitas Mercu Buana (UMB) untuk memperkuat penanganan persoalan sampah. UMB disiapkan menjadi kampus percontohan dalam pemilahan dan pengolahan sampah, sekaligus mendukung pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Meruya Selatan.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi jajaran Pemkot Jakarta Barat dengan UMB di Ruang Rapat Rektorat UMB, Kamis (17/9/2026).

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan, keterlibatan UMB merupakan bagian dari tindak lanjut penerapan TPS 3R Meruya Selatan. Kolaborasi itu juga diharapkan memperkuat peran pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola sampah.

“Output pertemuan yang pertama adalah kami akan menetapkan Kampus Universitas Mercu Buana sebagai kampus percontohan dalam pemilahan dan pengolahan sampah di Jakarta Barat, khususnya di wilayah Kecamatan Kembangan,” kata Iin.

Menurut Iin, penerapan pemilahan sampah di wilayah pelayanan TPS 3R Meruya Selatan akan diperkuat mulai 1 Oktober 2026.

Sampah dari kawasan permukiman maupun nonpermukiman di empat kelurahan yang masuk dalam cakupan pelayanan TPS 3R tersebut harus dipilah sebelum dibawa ke tempat pengolahan.

Pemilahan sejak dari sumber dinilai penting agar sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah residu yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Selain menjadi kampus percontohan, UMB akan mengintegrasikan aplikasi bank sampah yang telah dikembangkan pihak kampus dengan program pengelolaan sampah di empat kelurahan tersebut.

Integrasi aplikasi itu diharapkan mempermudah pencatatan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Kerja sama Pemkot Jakarta Barat dan UMB tidak hanya berfokus pada pemilahan dan pengolahan sampah. Kedua pihak juga merancang penataan lingkungan di sekitar TPS 3R Meruya Selatan.

Penataan tersebut antara lain meliputi pembuatan mural yang melibatkan mahasiswa dan dosen, pembenahan saluran air, trotoar, serta taman. Program pertanian perkotaan atau urban farming juga akan dikembangkan di sekitar kawasan tersebut.

Dalam menangani sampah residu, UMB menyiapkan dukungan berupa teknologi pirolisis. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi volume residu yang selama ini masih menjadi persoalan dalam sistem pengelolaan sampah.

Rektor UMB Andi Adriansyah menyatakan pihaknya mendukung kerja sama dengan Pemkot Jakarta Barat. Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi dan sinergi dengan pihak-pihak lain, apalagi dengan pemerintah,” ujar Andi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Riset UMB Erna Setiany mengatakan, sejumlah program akan dikembangkan melalui kolaborasi tersebut.

Program itu antara lain penguatan pemanfaatan aplikasi bank sampah serta pengolahan sampah residu menggunakan teknologi pirolisis.

“Kami berharap ini menjadi sinergi dengan Jakarta Barat untuk memberdayakan pemilahan sampah dengan lebih optimal agar mencapai tujuan bersama, yaitu zero waste dan pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata Erna.

 

Penulis: Awal
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *