Jakarta, Jurnalkota.co.id
Tumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) permukiman warga dilaporkan kian tak terkendali. Sampah bahkan menggunung hingga lantai lima, menimbulkan bau menyengat, pemandangan kumuh, serta ancaman kesehatan bagi warga, Selasa (6/1/2026).
Sejumlah warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan terkait kondisi tersebut. Namun, hingga kini pengangkutan sampah dinilai belum dilakukan secara maksimal. Warga menilai kehadiran petugas Dinas Lingkungan Hidup (LH) belum menyentuh akar persoalan.
“Yang kami butuhkan itu sampah diangkut, bukan sekadar sosialisasi pilah sampah. Sampah sudah menumpuk sampai lantai lima, baunya luar biasa, lalat di mana-mana,” ujar seorang warga.
Menurut warga, program pilah sampah tidak akan efektif jika pengangkutan sampah tidak berjalan normal. Mereka menilai langkah tersebut terkesan formalitas di tengah kondisi lapangan yang sudah darurat.
“Pilah sampah itu bagus, tapi kalau sampah lama saja tidak diangkut, mau dipilah seperti apa? Ini bukan solusi, ini pengalihan masalah,” kata warga lainnya.
Kondisi TPS yang melebihi kapasitas juga membuat sampah meluber ke area sekitar. Akibatnya, akses jalan terganggu dan kenyamanan hunian menurun. Warga khawatir tumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut dapat memicu penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Warga pun mendesak agar DLH segera mengambil langkah tegas dengan melakukan pengangkutan rutin dan maksimal, bukan sekadar membawa program tanpa aksi nyata di lapangan.
“Sampah sudah jadi masalah serius. Jangan tunggu ada warga sakit baru bertindak. Kami butuh solusi nyata, bukan janji,” ujar warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rusun Pesakih dan DLH belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga serta lambannya pengangkutan sampah.
Penulis: Haris
Editor: Antoni














