Jakarta, Jurnalkota.co.id
Kerja bakti terpadu yang digelar di saluran Penghubung (PHB) Jalan KH Moh Mansyur, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berhasil mengangkut sekitar 85 meter kubik sampah atau setara kurang lebih 42,5 ton, Rabu (22/4/2026).
Volume sampah yang diangkat tersebut mencerminkan tingginya endapan limbah rumah tangga dan sedimen di saluran air kawasan padat penduduk tersebut.
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, menegaskan bahwa besarnya volume sampah yang berhasil diangkut menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Jumlah sampah yang diangkut hari ini sangat besar. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di saluran masih menjadi tantangan serius. Karena itu, kerja bakti terpadu seperti ini harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan semua pihak,” ujar Yuli.
Menurut dia, persoalan sampah di wilayah perkotaan, khususnya di kawasan padat seperti Tambora, tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, pengangkutan sampah dilakukan dengan melibatkan armada gabungan dari sejumlah kecamatan di Jakarta Barat, di antaranya Tambora, Kembangan, Taman Sari, Kebon Jeruk, Kalideres, hingga Palmerah.
Berbagai jenis kendaraan dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan, mulai dari typer kecil, truk besar, hingga kendaraan pick up. Sampah yang diangkut didominasi limbah rumah tangga, plastik, serta endapan lumpur yang menghambat aliran air.
Sementara itu, Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan saluran, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Dari kegiatan hari ini terlihat bahwa endapan sampah di saluran cukup tinggi. Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Sebanyak 130 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, petugas kebersihan, hingga aparat wilayah. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan partisipasi sekitar 35 warga setempat yang turut bergotong royong membersihkan saluran.
Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap, melalui pengangkutan sampah dalam jumlah besar ini, aliran air di saluran PHB dapat kembali lancar sehingga mampu mengurangi risiko genangan maupun banjir, khususnya saat intensitas hujan tinggi.
Selain itu, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya penanganan banjir sekaligus membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat perkotaan.
Penulis: Awal
Editor: Antoni














