Lebak, Jurnalkota.co.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 134.655 warga telah menjalani pemeriksaan dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dengan capaian itu, Lebak menempati posisi kelima tertinggi di Provinsi Banten.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan pihaknya kini mengoptimalkan pelaksanaan program CKG dengan sistem jemput bola ke berbagai lapisan masyarakat. Pemeriksaan dilakukan di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, serta tempat-tempat umum.
“Selain itu, kami juga melaksanakan pemeriksaan di kantor instansi pemerintahan, seperti ASN, kepolisian, TNI, serta lembaga-lembaga negara,” ujar Endang di Lebak, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, program CKG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah daerah pun berupaya keras menyukseskan program ini karena penting untuk deteksi dini penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, gangguan jiwa, penyakit paru-paru, serta obesitas sentral.
“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi penyakit tidak menular, masyarakat akan diarahkan untuk menjalani pengobatan lanjutan di rumah sakit,” kata Endang.
Ia menambahkan, pemeriksaan rutin semacam ini dapat mencegah komplikasi dan menekan risiko kesehatan di masa mendatang. “Kalau teridentifikasi diabetes, misalnya, pasien harus rutin berobat jalan agar tidak terjadi komplikasi,” ujarnya.
Endang juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar pemeriksaan CKG massal pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lebak, 2 Desember 2025. Pemeriksaan akan mencakup penapisan kesehatan, pemeriksaan jantung, gigi, telinga, berat badan, tes darah, hingga deteksi faktor risiko penyakit.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, lembaga agama, pondok pesantren, hingga perangkat daerah, untuk berpartisipasi dalam pemeriksaan CKG,” katanya.
Program ini, lanjut dia, sejalan dengan upaya pemerintah menyiapkan generasi bangsa yang sehat dan unggul.
Sementara itu, Jamilah (45), warga Rangkasbitung, mengaku lega setelah mengikuti pemeriksaan CKG di puskesmas setempat.
“Saya sempat merasa lemas beberapa hari, tapi hasil CKG menunjukkan kondisi saya sehat dan tidak ada penyakit tidak menular,” katanya.
Warga lain, Budiman (55), asal Kalanganyar, juga memanfaatkan layanan CKG secara daring melalui Puskesmas Kalanganyar.
“Saya sering kesemutan di kaki, tapi setelah diperiksa ternyata tidak ada gejala diabetes atau gangguan saraf,” ujarnya.
Penulis: Noma
Editor: Antoni










