Lebak, Jurnalkota.co.id
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, mengapresiasi Komunitas Laboratorium Gates (Lab Gates) Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, yang dinilai berhasil membangun semangat patriotisme melalui karya sastra dan pelestarian tradisi lisan hingga menembus panggung internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Hafidz saat mengunjungi kegiatan penilaian bantuan pemerintah untuk Komunitas Lab Gates di Rangkasbitung, Sabtu (16/5/2026).
“Kami mengapresiasi semangat Lab Gates dalam menggerakkan anak-anak muda untuk melestarikan sastra dan mengembangkan tradisi lisan,” kata Hafidz.
Menurut dia, keterlibatan generasi muda dalam komunitas tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari dan mengangkat sastra lokal menjadi karya pertunjukan yang dapat diterima hingga tingkat internasional.
Ia menilai upaya tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya dan tradisi lisan agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kalau bukan kita yang menjaga, tradisi lisan itu bisa hilang. Karena itu perlu dikemas dalam bentuk naskah, menjadi bahan pembelajaran, sekaligus bisa dipentaskan sebagai kebanggaan budaya,” ujarnya.
Hafidz juga menyoroti kolaborasi antara mahasiswa dan kalangan akademisi dalam pengembangan karya sastra di komunitas tersebut.
Salah satu karya yang mendapat perhatian ialah dramatikal “Pangeran Astapati” yang pernah dipentaskan di Kuala Lumpur, Malaysia. Pertunjukan itu mengangkat nilai perjuangan, persatuan, dan semangat menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Menurut Hafidz, pesan yang disampaikan melalui karya tersebut relevan untuk memperkuat jiwa patriotisme sekaligus menangkal perpecahan sosial.
“Pementasan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat Malaysia. Ini membuktikan sastra lokal juga bisa diterima di panggung internasional,” katanya.
Direktur Lab Gates Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Berita Mambarasi Nehe, mengatakan komunitasnya telah beberapa kali tampil di luar negeri melalui pementasan sastra lokal.
Ia menyebutkan, Lab Gates pernah tampil di Vietnam pada 2016 dan empat kali tampil di Malaysia dengan mengusung tema naskah yang berbeda-beda.
Pada 2023, komunitas tersebut menampilkan dramatikal “Pangeran Astapati” di Kuala Lumpur dengan melibatkan 15 pemain.
“Naskah ini mengangkat semangat mencintai tanah air, kedamaian, dan kerukunan sebagai jati diri bangsa. Kami ingin menyampaikan pesan untuk menolak politik pecah belah,” kata Berita.
Sementara itu, anggota Komunitas Lab Gates, Budi, berharap pemerintah dapat terus mendukung kegiatan pelestarian budaya, khususnya sastra dan tradisi lisan masyarakat adat.
Menurut dia, banyak cerita rakyat dan dongeng di masyarakat kasepuhan yang perlu didokumentasikan agar tidak hilang.
“Kami berharap cerita-cerita tradisi lisan ini bisa dibukukan sehingga tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari, menambahkan pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap komunitas sastra, literasi, dan pelestari bahasa daerah di wilayah Banten.
“Tahun ini ada 12 komunitas yang mengajukan bantuan pemerintah, termasuk Komunitas Lab Gates Rangkasbitung,” kata Devyanti.
Ia menambahkan, bantuan pemerintah sebelumnya juga diberikan kepada Komunitas Wayang Nganjor Pandeglang yang mementaskan kisah “Babad Banten” sebagai media penguatan nilai patriotisme, kedamaian, dan persatuan bangsa.
Penulis: Noma
Editor: Antoni











