Legislator Banten Dorong KH Mochamad Yusuf Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, mendorong Pemerintah Provinsi Banten mengusulkan tokoh ulama sekaligus pendidik, KH Mochamad Yusuf, sebagai pahlawan nasional.

Menurut Musa, kontribusi KH Mochamad Yusuf dalam pengembangan pendidikan Islam dan pondok pesantren di Indonesia dinilai sangat besar, terutama melalui pendirian Yayasan Wasilatul Falah (Wasfal).

“Kita mendorong Gubernur Banten Andra Soni agar dapat memperjuangkan KH Mochamad Yusuf sebagai pahlawan nasional,” kata Musa saat dihubungi di Lebak, Selasa (5/5/2026).

KH Mochamad Yusuf merupakan tokoh asli Kabupaten Lebak, putra pasangan KH Mukri dan Hj Siti Saodah. Sejak usia tujuh tahun, ia telah mendapatkan pendidikan agama Islam dari ayahnya, sebelum melanjutkan pendidikan ke sejumlah pondok pesantren di Banten dan Jawa Barat.

Didikan disiplin sejak kecil membentuk karakter KH Mochamad Yusuf sebagai sosok yang teguh dalam menyebarkan ilmu agama. Semangat tersebut terus berlanjut hingga ia aktif berdakwah dan mengembangkan pendidikan Islam di berbagai wilayah.

Selain bergerak di bidang pendidikan, KH Mochamad Yusuf juga tercatat sebagai sosok pejuang yang terlibat dalam perlawanan terhadap penjajahan Belanda di sejumlah daerah di Banten. Setelah Indonesia merdeka, ia tetap konsisten menyebarkan dakwah Islam kepada masyarakat.

Pada 1965, KH Mochamad Yusuf mendirikan Yayasan Wasfal sebagai wadah pengembangan pendidikan Islam. Lembaga ini menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pondok pesantren, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga madrasah diniyah.

Perguruan tinggi Wasfal bahkan tercatat sebagai salah satu yang tertua di Provinsi Banten. Ribuan alumninya telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dengan banyak di antaranya menjadi pejabat, ulama, hingga politisi.

Beberapa tokoh yang merupakan alumni Wasfal di antaranya mantan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Ketua MUI Banten A. Bazari Syam, serta anggota DPRD Banten Oong Syahroni.

Musa menilai, pendirian Wasfal tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia, sekaligus menjadi upaya dalam mengurangi kemiskinan dan kebodohan.

“Dengan kontribusi dan dedikasi tersebut, kami berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat mengusulkan kelayakan KH Mochamad Yusuf sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua STAI Wasfal, Iyan Fitriyana, mengatakan pihaknya saat ini tengah melengkapi berbagai tahapan dan persyaratan administratif untuk pengusulan gelar pahlawan nasional.

Proses tersebut antara lain dilakukan melalui forum ilmiah seperti Focus Group Discussion (FGD) dan seminar guna memperkuat kajian sejarah, nilai perjuangan, serta kontribusi tokoh dalam perjalanan bangsa.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan syarat sesuai Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2012,” kata Iyan.

Ia menambahkan, secara historis KH Mochamad Yusuf juga memiliki peran penting dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), termasuk sebagai salah satu pendiri di Kabupaten Lebak serta pernah menjabat sebagai Ketua MUI Lebak.

Saat ini, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Lebak terus melakukan pengkajian dan verifikasi data, mulai dari penyusunan naskah akademik hingga pelaksanaan diskusi dan seminar di tingkat daerah.

Menurut Iyan, sebagian besar persyaratan administratif telah terpenuhi, termasuk dokumen pendukung seperti foto dan riwayat perjuangan. Namun, dukungan pemerintah daerah, khususnya dari Gubernur Banten, tetap menjadi faktor penting dalam proses pengusulan.

“Kami berharap tahun depan Provinsi Banten dapat mengusulkan tokoh dari Kabupaten Lebak sebagai pahlawan nasional,” ujarnya.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *