Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, menerima kunjungan sejumlah penggagas RDK Award di ruang kerjanya, Kantor Wali Kota, Jl. Daeng Marewa, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu, 6 Agustus 2025.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan pemaparan rencana pelaksanaan RDK Award yang akan digelar pada September mendatang.
Penggagas RDK Award, Suhardi, mengatakan ajang ini terinspirasi dari semangat literasi dan kebudayaan yang selama ini diperjuangkan Rida K. Liams sebagai sastrawan, budayawan, sekaligus tokoh pers asal Kepulauan Riau. “Kami ingin mewarisi semangat beliau dengan menciptakan ruang literasi yang dapat memantik kreativitas generasi muda, khususnya di Kepri,” ujar Suhardi.
Ajang ini rencananya akan diisi dengan lomba menulis tingkat SD, SMP, dan SMA, serta kategori umum dan jurnalis. Tim penggagas juga telah melakukan roadshow ke sejumlah kabupaten/kota. “Tanjungpinang merupakan daerah ketiga yang kami kunjungi setelah Bintan dan Lingga. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk menyukseskan kegiatan ini,” tambah Suhardi.
Lis Darmansyah menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut dia, ajang semacam ini penting untuk menumbuhkan minat baca, tulis, dan ekspresi seni di kalangan pelajar. Ia juga mengusulkan agar kompetisi ditambah dengan lomba membaca puisi.
“Rida K. Liamsi bukan hanya tokoh pers, tapi juga sastrawan dan budayawan. Akan lebih lengkap jika kegiatan ini juga menyentuh aspek seni seperti membaca puisi, agar ruang ekspresi pelajar semakin luas,” kata Lis Darmansyah.
Lebih jauh, Lis Darmansyah menilai RDK Award dapat menjadi medium pembentukan karakter generasi muda melalui literasi dan seni. “Pelajar tidak hanya diajak untuk menulis dengan baik, tapi juga belajar mencintai budaya dan daerahnya. Ini pondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan,” ujar Lis Darmansyah.
Pertemuan ditutup dengan diskusi mengenai strategi penguatan literasi, peran tokoh lokal dalam membangun budaya, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas untuk memperkuat identitas intelektual di kalangan generasi muda.








