Menteri Agus Andrianto Tinjau Jawara Beton Lapas Tangerang, Siapkan 200 SPPG Dukung MBG

Jasa Maklon Sabun

Tangerang, Jurnalkota.co.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya sebagai institusi pembinaan produktif melalui pengembangan Unit Jawara Beton, program pembinaan berbasis industri yang telah berjalan satu tahun.

Program tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto bersama jajaran pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan itu sekaligus menjadi momentum evaluasi setahun pengembangan Jawara Beton sebagai program unggulan pembinaan kemandirian warga binaan.

Jawara Beton difokuskan pada pembentukan karakter, peningkatan kompetensi kerja, dan pemberdayaan ekonomi warga binaan, khususnya di sektor konstruksi dan pengolahan beton. Melalui program ini, warga binaan dibekali keterampilan produktif agar siap kembali ke masyarakat.

Dalam peninjauan, Menteri Agus melihat langsung proses produksi, mulai dari pencetakan, pengeringan, hingga produk akhir seperti paving block, roster, dan turunan beton lainnya.

Selain itu, diperkenalkan inovasi RISHAM (Rumah Instan Sehat Aman dan Murah) berupa panel beton tahan gempa sebagai pengembangan terbaru.

Siapkan 200 SPPG

Dalam kesempatan tersebut, Agus mengapresiasi capaian Jawara Beton sebagai contoh pembinaan berbasis industri yang selaras dengan program strategis nasional.

Ia juga menyebut pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Pada tahap awal ada delapan titik pelaksanaan. Satu sudah berjalan di Sukamiskin sehingga menjadi sembilan. Ke depan direncanakan pembangunan sekitar 200 SPPG dengan melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” ujar Agus.

Melalui SPPG, warga binaan dilibatkan dalam proses layanan penyediaan makanan bergizi.

Dukungan Lintas Sektor

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Direktur Utama PLN, serta perwakilan sejumlah mitra industri dan perbankan.

Direktur PLN UBP Lontar 3 Banten Darmawan Prasodjo menyatakan dukungan PLN dalam memperkuat ekosistem pembinaan industri, termasuk optimalisasi pemanfaatan FABA sebagai material konstruksi berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat menegaskan bahwa Jawara Beton dirancang sebagai sarana pemberdayaan sosial dan ekonomi warga binaan.

“Warga binaan dilibatkan aktif sejak perencanaan hingga pengendalian mutu agar memiliki keterampilan, disiplin, dan etos kerja sebagai bekal reintegrasi sosial,” kata Beni.

Ia menambahkan, sinergi lintas instansi membuka peluang peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, serta potensi penyerapan tenaga kerja setelah warga binaan bebas.

Program Jawara Beton dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat terintegrasi dengan kebutuhan industri dan agenda pembangunan nasional.

 

Penulis: Dede
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *