Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang membentuk Satuan Tugas (Satgas) Distribusi Air Bersih untuk merespons kesulitan air yang dialami masyarakat di tengah musim kemarau panjang.
Sebagai langkah awal, Pemko menyiagakan tujuh armada pengangkut air bersih dengan kapasitas distribusi mencapai 27.000 liter dalam satu kali pengiriman (trip). Layanan ini diprioritaskan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah serta rumah ibadah.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan armada tersebut berasal dari sejumlah instansi, yakni BPBD Kota Tanjungpinang, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Kepulauan Riau, serta BPBPK Kepri.
“Jumlah armada masih bisa ditambah. Kendaraan operasional milik OPD juga kami minta ikut membantu distribusi air bersih kepada masyarakat,” kata Lis Darmansyah, Sabtu (28/3/2026).
Ia menegaskan, pembentukan Satgas Distribusi Air Bersih merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar warga di tengah kondisi kekeringan yang semakin meluas.
“Satgas ini dibentuk sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian pemerintah dalam menghadapi kesulitan pemenuhan air bersih,” ujarnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, hujan diperkirakan baru akan turun pada Mei 2026. Kondisi ini membuat Pemko perlu melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berkepanjangan.
Pemko juga menjadwalkan rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menentukan status siaga atau tanggap darurat kekeringan.
Sebenarnya, penyaluran air bersih telah dilakukan sejak awal Januari 2026. Namun, jumlah armada kini diperkuat seiring meluasnya dampak kekeringan di berbagai wilayah permukiman warga.
Lis Darmansyah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, mengingat musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir April 2026.
“Kami minta masyarakat bijak menggunakan air, karena kemarau masih berlangsung cukup panjang,” ucapnya.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih, Pemko menyediakan layanan melalui Satgas Distribusi Air Bersih di nomor 0821-7325-5567. Masyarakat juga diminta menyiapkan tempat penampungan agar distribusi dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, Pemko mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas serta dapat dikenai sanksi pidana.
“Karhutla akan mengganggu distribusi air bersih. Air yang seharusnya untuk masyarakat justru bisa tersedot untuk pemadaman kebakaran,” kata Lis Darmansyah.














