Lebak, Jurnalkota.co.id
Sebuah pohon kelapa setinggi sekitar 60 meter tumbang dan menimpa rumah warga di Kampung Lebak Gintung, RT 007/RW 003, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Senin (2/2/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan satu unit rumah mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan.
Rumah yang tertimpa pohon diketahui milik Udi Sugianto. Batang pohon kelapa berukuran besar itu roboh secara tiba-tiba saat sebagian besar warga masih terlelap tidur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Udi menuturkan, saat kejadian ia berada di dalam kamar tidur bersama keluarganya. Bagian rumah yang tertimpa langsung oleh batang pohon adalah area kamar mandi dan dapur, yang letaknya bersebelahan dengan kamar tidur.
“Yang tertimpa itu bagian kamar mandi dan dapur. Posisi kamar tidur ada di samping kamar mandi. Saat kejadian saya sedang berada di dalam kamar, jadi sangat kaget karena suara tumbangannya cukup keras,” ujar Udi saat ditemui di lokasi kejadian.
Benturan batang pohon menyebabkan atap rumah ambruk dan sebagian dinding mengalami keretakan. Selain itu, instalasi listrik rumah juga terdampak akibat kabel yang tertimpa dan putus.
Tak lama setelah kejadian, warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk memberikan bantuan. Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong mengevakuasi batang pohon kelapa serta membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan.
“Warga langsung membantu sejak subuh. Sampai sekarang masih bergotong royong membersihkan sisa-sisa pohon dan bangunan,” kata Udi.
Selain warga, petugas dari PLN juga turun ke lokasi untuk melakukan penanganan jaringan listrik yang terganggu akibat peristiwa tersebut. Pemadaman sementara dilakukan demi alasan keselamatan sebelum perbaikan kabel rampung.
Hingga Senin siang, proses pembersihan material pohon masih berlangsung. Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk membantu perbaikan rumah korban yang mengalami kerusakan cukup berat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga di wilayah rawan cuaca ekstrem untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap keberadaan pohon-pohon tinggi yang berpotensi tumbang dan membahayakan permukiman, terlebih saat hujan deras dan angin kencang melanda.
Penulis: Noma
Editor: Antoni










