Aceh Tenggara, Jurnalkota.co.id
Salah seorang wartawan yang tergabung di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Tenggara mendapat prilaku pengancaman dari salah seorang kepala desa Kisam kute pasir, Awalludin, terkait pemberitaan realisasi Dana Desa Kisam Pasir Kecamatan Lawe Sumur, pada Sabtu (21/09/2024).
Diketahui, pengancaman itu terjadi kepada wartawan online Harianpaparazzi.com yang bernama Azhari. Dari rekaman visual yang diterima jurnalkota.co.id pada Minggu (22/09/2024). Kepala Desa mengajak berduel hingga menggunakan senjata tajam. Berikut isi rekaman visualnya,
“Mantap kuliat berita yang kau terbitkan ini, kau kenal kan aku, kadang nggak kau kenal aku. Main tinju pun boleh kita, main preman pun bisa, dimana kau biar datang aku kesitu, kalian sudah salah naikan berita itu, kalian harus bertangung jawab, bawak piso mu yang tajam, apa perlu ku jemput kau kerumah mu nanti, dah kepingin aku ni, dah ringan tangan ku ni, kemudian mengulurkan perkataan tidak senonoh tentang kemaluan ibu wartawan.” Dalam keterangan rekaman yang dikatakan melalui Aplikasi Whasapp oleh sang Kepala Desa.
Dari pengancaman itu, wartawan online Harianpaparazzi.com dan keluarga merasa tidak nyaman lagi,
“Saya takut akan terjadi Intimidasi terhadap saya dan keluarga kata Azhari saat menyampaikan peristiwa itu kepada Sumardi ketua Persatuan Partawan Indonesia (PWI).,” ujarnya.
Ketua PWI Kabupaten Aceh Tenggara Sumardi mengecam keras tindakan kepala Desa Kisam Pasir Kecamatan Lawe Sumur yang diduga telah melakukan pengancaman dan Intimidasi terhadap salah seorang wartawan online Harianpaparazzi.com melalui via whatsapp. Azhari ini merupakan anggota PWI, saya siap mendapingi dia membuat laporan resmi pada Senin (23/09/2024) ke Mapolres Aceh Tenggara,
“Masalah ini akan kita tempuh jalur hukum,” singkat ketua PWI. (Yuda).














