Banjir Setinggi 50 Cm di Kawasan Badui Lebak, BPBD Pastikan Tak Ada Kerusakan Rumah Warga

Jasa Maklon Sabun

Lebak, Jurnalkota.co.id

Banjir setinggi sekitar 50 sentimeter sempat merendam kawasan permukiman masyarakat Badui di Kabupaten Lebak, Banten. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memastikan tidak ada kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas umum akibat peristiwa tersebut.

Kepala BPBD Lebak, Sukanta, mengatakan banjir terjadi setelah hujan lebat yang disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (20/4/2026) sore.

“Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Cibarani meluap sekitar pukul 18.30 WIB dan mulai surut pada pukul 19.00 WIB,” ujar Sukanta dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, genangan air terjadi di kawasan perbatasan permukiman masyarakat Badui, tepatnya di sekitar Posko 2 Cijahe. Namun, hingga saat ini tidak ditemukan adanya kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas umum di lokasi tersebut.

BPBD hanya menerima laporan adanya kerusakan ringan pada bangunan Posko 2 Cijahe, yang berada di area perbatasan sebagai tempat penjagaan tamu yang masuk ke wilayah Badui.

“Secara umum tidak ada dampak signifikan. Tidak ada rumah warga yang rusak, dan tidak ada laporan warga yang mengungsi,” kata Sukanta.

Selain itu, BPBD juga memastikan tidak ada warga Badui yang terdampak langsung oleh banjir tersebut. Aktivitas masyarakat pun berangsur normal setelah air surut.

Meski begitu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.

“Kami mengingatkan warga agar tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Medi, juga memastikan tidak ada warganya yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan, kerusakan hanya terjadi pada bangunan Posko 2 Cijahe yang berada di wilayah perbatasan.

“Tidak ada warga yang terdampak. Hanya kerusakan ringan pada posko penjagaan di Cijahe,” kata Medi.

Menurutnya, banjir di kawasan perbatasan Badui bukan pertama kali terjadi. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada 2022 lalu, terutama saat curah hujan meningkat dan menyebabkan sungai meluap.

 

Penulis: Noma
Editor: Antoni

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *