Tanjungpinang, Jurnalkota.co.id
Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan gaya hidup sehat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Run The Beat Vol. 2 Flashlight yang menghadirkan bazar puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari rangkaian acara.
Kegiatan yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang bersama komunitas Endorphin Society, BRI, serta sejumlah sponsor di Fazza Eatery Cafe, Komplek Ramayana, Jumat (31/7/2026) malam itu, tidak hanya diikuti ratusan peserta lari, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan, kolaborasi antara penyelenggaraan event olahraga dan bazar UMKM merupakan konsep yang perlu terus dikembangkan karena mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, kegiatan tersebut juga mendorong perputaran ekonomi melalui peningkatan penjualan produk lokal.
Menurut Raja Ariza, sebuah event akan memiliki nilai tambah apabila mampu menghadirkan manfaat bagi berbagai sektor, termasuk pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Bukan lari saja, malam ini juga dibuka bazar UMKM. Kita berharap melalui kegiatan ini produk UMKM bisa lebih dikenal dan kita bersama-sama mendukung pelaku usaha lokal,” ujar Raja Ariza.
Ia menilai, kehadiran bazar UMKM dalam sebuah kegiatan olahraga menjadi strategi yang efektif untuk memperluas pemasaran produk lokal. Ribuan pengunjung maupun peserta yang hadir memberikan peluang bagi pelaku usaha memperkenalkan produk kuliner dan hasil olahan mereka kepada pasar yang lebih luas.
Raja Ariza menjelaskan, sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian Kota Tanjungpinang. Karena itu, pemerintah berupaya menciptakan berbagai ruang promosi agar pelaku usaha dapat terus berkembang dan meningkatkan daya saing produknya.
“UMKM di Tanjungpinang jumlahnya cukup besar. Ekonomi kota ini banyak digerakkan oleh UMKM. Kita berharap kegiatan event seperti ini terus dikolaborasikan, dalam olahraga kita kembangkan, UMKM lokal juga ikut berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, konsep penyelenggaraan event yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan promosi produk lokal juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan sektor sport tourism. Dengan semakin banyaknya kegiatan berskala regional maupun nasional, peluang kedatangan peserta dari luar daerah akan meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, hingga jasa transportasi.
Menurut Raja Ariza, manfaat ekonomi dari sebuah event tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga menyebar kepada pelaku usaha kecil yang ikut berpartisipasi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan pelaku UMKM harus terus diperkuat.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Ariza bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang, Handayani, secara resmi membuka bazar UMKM melalui prosesi pemotongan pita. Setelah pembukaan, keduanya meninjau sejumlah stan dan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha.
Mereka juga membeli beberapa produk kuliner sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal. Kehadiran pimpinan daerah di tengah para pelaku usaha disambut antusias dan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus meningkatkan kualitas produk.
Sementara itu, Ketua Endorphin Society, Atria Sunasti, berharap Run The Beat Vol. 2 Flashlight dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan konsep yang semakin menarik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga lari, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antaranggota komunitas sekaligus membantu mempromosikan produk-produk UMKM.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membuat minat lari masyarakat Tanjungpinang semakin tinggi, UMKM semakin berkembang, dan solidaritas antar komunitas semakin kompak. Event ini juga menjadi ajang silaturahmi kita bersama,” kata Atria.
Run The Beat Vol. 2 Flashlight tahun ini mengusung tema “Menggerakkan Langkah, Menghidupkan UMKM, dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kota Tanjungpinang.” Tema tersebut mencerminkan komitmen penyelenggara untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM, penyelenggaraan event olahraga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kota Tanjungpinang. Pemerintah Kota Tanjungpinang pun optimistis konsep tersebut dapat terus dikembangkan sehingga setiap kegiatan berskala besar tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi yang efektif bagi produk-produk lokal sekaligus memperkuat posisi Tanjungpinang sebagai kota tujuan wisata olahraga dan ekonomi kreatif di Kepulauan Riau.














