Jakarta, Jurnalkota.co.id
Pemadaman listrik total atau blackout yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) malam mulai pukul 18.44 WIB dilaporkan meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Tidak hanya terjadi di Pulau Sumatera, gangguan listrik juga disebut merambah sebagian wilayah Jawa Timur hingga Sulawesi.
Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN) sekaligus Ketua Umum PP Ikatan Wartawan Online (IWO), Teuku Yudhistira, menilai peristiwa blackout yang berulang sejak 2024 menunjukkan buruknya tata kelola kelistrikan nasional oleh PT PLN (Persero).
“Kalau melihat fakta di lapangan, blackout ini seperti sudah menjadi budaya yang dipertontonkan PLN sejak 2024. Khusus di Sumatera saja, menurut catatan kami, sudah lebih dari tiga kali pemadaman total terjadi,” kata Yudhistira saat dihubungi, Jumat (22/5/2026) malam.
Ia menyoroti pemadaman serupa sebelumnya juga sempat terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk DKI Jakarta dan Bali.
“Bulan lalu Jakarta dua kali blackout. Bali juga pernah mengalami hal yang sama. Tetapi sampai sekarang PLN tidak pernah benar-benar terbuka menjelaskan penyebab utama kejadian yang terus berulang ini,” ujarnya.
Menurut Yudhistira, dampak blackout sangat besar karena melumpuhkan aktivitas masyarakat dan sektor pelayanan publik.
“Kalau saya menilai ini bagian dari kejahatan kemanusiaan sekaligus bentuk kegagalan manajemen PLN dalam menjalankan amanah rakyat,” tegasnya.
Karena itu, ia mendesak Presiden segera mengevaluasi kepemimpinan PLN dan mencopot Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
“Kami mendesak Presiden segera memecat Dirut PLN Darmawan Prasodjo yang sudah menjabat hampir enam tahun. Kami juga meminta Polri dan Kejaksaan Agung turun tangan mengusut penyebab blackout ini secara tuntas,” kata dia.
Yudhistira juga menyinggung beredarnya narasi mengenai kondisi keuangan PLN yang disebut sedang tidak baik-baik saja.
“Saya meyakini kondisi PLN memang sedang kritis. Apalagi sempat beredar informasi PLN merugi hingga Rp4,3 triliun dan ada wacana pemadaman bergilir akibat kondisi keuangan yang memprihatinkan,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, wilayah terdampak blackout meliputi sejumlah daerah di Sumatera, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, hingga Lampung.
Di Kepulauan Riau, pemadaman dilaporkan terjadi di Batam, Tanjungpinang, dan sebagian wilayah Bintan.
Gangguan disebut berasal dari jalur transmisi 275 kV Sungai Rumbai-Muara Bungo di Jambi yang kemudian merembet ke jaringan kelistrikan Sumatera.
Selain itu, pemadaman juga dilaporkan menjalar hingga wilayah Gresik, Jawa Timur, dan Tolitoli Utara di Sulawesi Tengah.














