Kakanwil Ditjenpas Kepri Tinjau Lapas Batam, Ingatkan Petugas Hindari Judi Online

Jasa Maklon Sabun

Batam, Jurnalkota.co.id

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau M. Pithra Jaya Saragih mengingatkan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam untuk menjaga integritas, menghindari judi online, serta menjauhi perbuatan yang mengarah pada tindak pidana.

Arahan itu disampaikan dalam kegiatan Pembinaan, Monitoring, Pengawasan, dan Pengendalian (Bintorwasdal) di Lapas Kelas IIA Batam, Jalan Trans Barelang Kilometer 2, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan berjalan optimal. Pengawasan dilakukan terhadap penyelenggaraan program pembinaan maupun pelaksanaan tanggung jawab petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

Dalam kunjungannya, Pithra meninjau pelaksanaan pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian. Pengecekan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan dengan baik serta mendukung peningkatan kualitas pembinaan di Lapas Batam.

Kedua bidang pembinaan itu menjadi perhatian dalam peninjauan karena merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Melalui pengecekan langsung, kantor wilayah berupaya memastikan kegiatan yang dijalankan tetap mengacu pada tujuan pembinaan warga binaan.

Setelah peninjauan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan kepada jajaran petugas di Ruang Ismail Saleh Lapas Batam. Dalam kesempatan tersebut, Pithra menyampaikan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran.

Hal pertama adalah menjaga integritas. Pithra meminta petugas melaksanakan tugas dengan jujur, profesional, dan bertanggung jawab, serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan kepada mereka.

Ia menekankan bahwa integritas merupakan fondasi dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. Karena itu, pelaksanaan tugas harus disertai kesadaran untuk menggunakan kewenangan secara tepat dan sesuai ketentuan.

Pesan tersebut berkaitan langsung dengan tanggung jawab petugas dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Kejujuran dan profesionalisme diharapkan tercermin dalam pelaksanaan tugas maupun ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.

Pithra juga mengingatkan bahwa tanggung jawab melekat pada setiap kewenangan yang dimiliki petugas. Seluruh jajaran diharapkan menjaga sikap dan tindakan agar pelaksanaan tugas mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang berkualitas.

Perhatian kedua adalah menghindari judi online. Pithra mengingatkan seluruh petugas agar tidak terlibat dalam perjudian daring yang dapat berdampak negatif terhadap kehidupan pribadi maupun profesional.

Dalam pengarahan tersebut, aktivitas perjudian daring disebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan mengganggu pelaksanaan tugas. Oleh sebab itu, petugas diminta menjauhinya serta tetap menjaga tanggung jawab dalam pekerjaan.

Peringatan mengenai judi online menjadi bagian dari pembinaan terhadap perilaku jajaran. Pesan itu disampaikan bersama penekanan mengenai integritas agar petugas tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Adapun perhatian ketiga adalah menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat menjurus pada tindak pidana. Pithra meminta seluruh jajaran senantiasa berhati-hati dalam bertindak dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Kehati-hatian tersebut diharapkan diterapkan saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari. Setiap tindakan perlu dilandasi tanggung jawab dan kesadaran terhadap konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.

Dengan demikian, arahan mengenai perilaku petugas mencakup kepatuhan dalam kedinasan sekaligus kehidupan pribadi. Seluruh jajaran diminta menjaga diri agar tindakan di luar pekerjaan tidak mengganggu tanggung jawab profesional mereka.

Selain ketiga poin tersebut, Pithra menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan. Pelayanan diharapkan dilaksanakan dengan mengedepankan profesionalisme, sikap humanis, responsivitas, serta tanggung jawab.

Sikap humanis menjadi salah satu pedoman dalam memberikan layanan. Pada saat yang sama, petugas tetap diminta menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan agar pelayanan berlangsung secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

Responsivitas juga menjadi perhatian dalam pengarahan tersebut. Seluruh petugas diharapkan menjalankan fungsi pelayanan secara optimal sesuai tanggung jawab masing-masing, baik kepada masyarakat maupun warga binaan.

Pithra turut menekankan perlunya transparansi dalam pelaksanaan layanan. Arahan itu melengkapi pesan mengenai kejujuran dan larangan penyalahgunaan kewenangan yang sebelumnya disampaikan kepada jajaran.

Peningkatan pelayanan dan penguatan integritas menjadi bagian yang saling berkaitan dalam kegiatan Bintorwasdal tersebut. Kualitas pelaksanaan program pembinaan perlu didukung petugas yang memahami kewenangan, mematuhi aturan, dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Karena itu, peninjauan di Lapas Batam tidak berhenti pada pengecekan program pembinaan. Kegiatan juga mencakup pengarahan mengenai perilaku dan cara kerja petugas yang menjalankan tugas pemasyarakatan setiap hari.

Melalui rangkaian tersebut, kantor wilayah berupaya memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan sekaligus memastikan pembinaan kemandirian dan kepribadian tetap berjalan dengan baik.

Seluruh jajaran diharapkan menerapkan arahan itu dalam pekerjaan sehari-hari. Menjaga integritas, menghindari judi online, mematuhi peraturan, dan memberikan pelayanan yang humanis menjadi perhatian yang ditekankan dalam kunjungan tersebut.

Penguatan terhadap aspek-aspek tersebut diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Lapas Batam secara optimal, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemasyarakatan.

Jasa Maklon Skincare Tangerang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *